Komoditi Pangan Mulai Bergejolak, Irfendi: SKPD Bersinergi Siapkan Operasi Pasar

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dalam rapat bersama SKPD.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dalam rapat bersama SKPD.

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Harga pangan dan barang kebutuhan pokok masyarakat diprediksi akan terus meningkat. Hal tersebut merupakan efek dari momen puasa Ramadhan 1437 Hijriyah yang tinggal beberapa hari lagi. Ketidaktersediaan stok barang berpeluang memicu lonjakan harga (inflasi) terutama bahan kebutuhan pokok di pasaran.

Potensi kenaikan harga tersebut menjadi perhatian serius Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, mengingat akan terjadinya peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok dan pangan jelang puasa dan lebaran Idul Fitri mendatang. Tak hanya puasa dan lebaran, tepat pertengahan 2016, juga akan memasuki masa libur pergantian tahun pelajaran sekolah.

Bupati Irfendi juga meminta kesinergian para SKPD untuk mengantisipasi hal tersebut. Bupati menekankan, agar instansi terkait terus melakukan pemantauan pasar serta arus distribusi barang.

“Saya minta seluruh jajaran SKPD beserta instansi terkait, seperti Bulog dan PUSRI dapat terus berkoordinasi, bekerjasama, mengatasi laju inflasi di seluruh pasar rakyat,” sebut Irfendi saat memimpin rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di kantor bupati setempat, Kamis (2/6) siang.

Turut hadir dalam rapat tersebut Sekdakab Yendri Tomas, Kepala Bagian Perekonomian, serta diikuti jajaran instansi perangkat kerja. Mulai dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Diskoperindag, Dinas Peternakan, Bulog dan PUSRI.

Jika seandainya memang terjadi lonjakan harga bahan pokok, seperti bawang, arahan Bupati, TPID diminta segera mencarikan langkah antisipasi.

“Jangan sampai terjadi keterlambatan yang dapat memicu ketidakstabilan harga pasar. Kasihan kita kepada rakyat,” tutur putra asli Simalanggang itu.

TPID mengurai data hasil pantauan yang dihimpun di beberapa pasar rakyat di Limapuluh Kota. Sejak Januari hingga Mei 2016, terdapat 5 harga komoditi yang bergejolak. Diantaranya, kacang tanah, yang sejak Januari 2016 seharga 20 ribu rupiah/kilogram, hingga akhir Mei tercatat naik menjadi 24 ribu rupiah/kilogram.

Begitu pula bawang merah yang sebelumnya 28 ribu rupiah/kilogram, kini dijual 32 ribu rupiah/kilogram. Kemudian, minyak goreng curah yang sebelumnya 10.750 rupiah/kilogram kini dijual 12 ribu rupiah/kilogram. Adapun gula pasir turut mengalami peningkatan, dari sebelumnya 12.375 rupiah/kilogram kini 13.500 rupiah per kilogramnya.

Terakhir, daging sapi yang sebelumnya hanya dijual 100 ribu rupiah/kilogram, kini tercatat segarga 110 ribu rupiah per kilogramnya.

“Mudah-mudahan adanya pengendalian serta langkah-langkah kita, tekanan inflasi memasuki puasa Ramadhan ini tidak mencolok, sehingga tidak berdampak kepada ekonomi masyarakat,” harap Irfendi.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*