Komut BRI Berikan Seminar Motivasi di PPMNI

Padangpanjang—Melahirkan generasi terdidik dalam menyonsong bonus demografi dan era 4.0, Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Manna Wa Salwa datangkan Komisaris Utama (Komut) BRI Andrinof A Chaniago dalam seminar motivasi di Aula Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas (PPMNI), Jumat (13/4) kemarin.

Andrinof dalam motivasinya menyampaikan, Indonesia teracam dalam kurun waktu 10 tahun mendatang dalam bonus demografi dan era revolusi industry (4.0). Hal ini menjadi faktor besar mendorong makin sempitnya lapangan dan meningkatnya persaingan mendapatkan pekerjaan bagi penduduk di usia produktif.

Jumlah penduduk usia produktif terbesar sepanjang massa akan memberikan dampak serius terhadap angkatan jumlah tenaga kerja sangat besar. Tingginya persaingan dalam peluang lapangan kerja yang akan sangat ketat, akan berdampak meningkatnya jumlah penganggruan terdidik karena rendahnya kreavitas kaum milenial yang telah menyelesaikan pendidikan.

“Kondisi ini makin diperparah dengan seiring masuknya era revolusi idustri atau lebih dikenal dengan era 4.0. Era dimana pemanfaatan tenaga manusia makin tergerus dengan makin berkembangnya peran dan fungsi tekhnologi di berbagai bidang pekerjaan,” ungkap Andrianof.

Di ataranya digambarkan Andrianof, dalam proses perbankan sudah sejak lama pengunaan jasa manusia terus mengalami penurunan. Peran dan fungsi teller, belakangan selain kehadiran ATM juga didukung perkembangan tekhnologi dengan pemanfaatan smartphone dalam transaksi perbankan.

“Ini salah satu bukti perkembangan tekhnologi akan menjadi ancaman besar bagi kaum milenial terdidik, saat memasuki dunia kerja di tengah masa bonus demografi. Menjawab tantangan tersebut, yakni kesiapan pelaku pendidikan. Tidak hanya guru, pengelola, namun juga tergantung peserta didik. Khusunya yang akan menamatkan jenjang pendidikan tersebut,” tuturnya.

Menjadi perhatian pelaku pendidikan, agar pengangguran terdidik di negeri ini tidak terus meningkat akibat besarnya pengaruh bonus demografi dan era 4.0 tersebut. Khususnya di Sumbar, angka penganggurannya lebih tinggi dibandingkan nasional. Hal ini salah satu penyebabnya adalah rendahnya tingkat kreativitas generasi terdidik setelah menamatkan pendidikan.

“Persiapan serangkaian butir-butir atau nilai-nilai, paham dan pandangan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Salah satunya nilai-nilai kewirausahaan, yang tidak mengharuskan sesorang menjadi wirausaha. Mempertemukan dua sumber, yakni pengetahuan umum dan ajaran Islam,” ucap Andrianof.

Sementara seblumnya Pimpinan PPMNI, Riza Muhammad menyebut negara Indonesia mandiri dengan kekuatan Ketuhanan yang Maha Esa, kemandirian ekonominya juga harus ditopang dengan keimanan. Tuntutan nyata bagi generasi terdidik dalam menyosong dan masuk dalam era bonus demografi dan revolusi industry, hal mendasar yang perlu dipersiapkan adalah ilmu tentang prinsip-prinsip ekonomi dalam Islam.

STES Manna Wa Salwa, dikatakan dalam komitmen displin pendidikan merupakan cikal bakal berdirinya Universitas Indonesia Mutiara itu sangat tepat menjawab tantangan besar bonus demorgrafi dan revolusi industry. Hal ini dikarenakan, STES dengan salah satu keunggulannya telah menggabungkan kompetensi ekonomi dan kompetensi tekhnologi informasi.

“Mempersiapkan kader bangsa yang mandiri dan Islamiah, melalui seminar motivasi ini merupakan salah satu bentuk langkah nyata STES dalam mempersiapkan lulusan yang mandiri,” pungkas Rizal di hadapan peserta seminar yang bertema Peranan Santri dan Generasi Milenial menghadap Revolusi Industri 4.0. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas