Kongres Nasional Peternak Indonesia, Sumbar Diwakili Toto dan Dodi

Kongres Nasional Peternakan Rakyat, Sumbar diwakili Toto Setiawan dan Dodi Syahputra

Kongres Nasional Peternakan Rakyat, Sumbar diwakili Toto Setiawan dan Dodi Syahputra

Jakarta, PADANG-TODAY.com-Ketua Umum SapiBagus Edy Wijayanto menyampaikan orasinya di depan ribuan peternak yang tergabung dalam 17 Asosiasi Peternakan dan Mahasiswa, di Kongres Nasional Peternak Rakyat di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta (28/11/2016). Katanya, pada tahun 70-an peternak rakyat mendominasi dan mensuplai sapi-sapi lokal untuk konsumsi. Namun tahun 80 sampai 90-an perusahaan besar atau feedloter asing dan lokal mulai masuk dan sedikit demi sedikit peran peternak rakyat terpinggirkan.

Dua utusan Sumatera Barat, Toto Setiawan dan Dodi Syahputra mengikuti Kongres Nasional Peternak Rakyat yang dikemas dengan baik oleh panitia itu. Meski, dengan biaya mandiri dan dibantu oleh beberapa tokoh di Payakumbuh dan Limapuluh Kota termasuk Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, niatan peserta asal Sumbar, menjadikan daerahnya ikut andil dalam segala kebijakan pusat terhadap peternakan rakyat. Hadirlah, dan disebut-sebut Sumatera Barat hadir juga di Kongres Nasional ini.

Sementara itu, Ketua Kongres Nasional Peternak Rakyat, Teguh Boedyana mengatakan, banyak orang bahkan jutaan peternak rakyat yang mengais hidupnya dipeternakan tetapi selama ini peternakan rakyat di abaikan oleh pemerintah khususnya Menteri Pertanian (Mentan) tidak diperhatikan nasibnya.

“Komoditas sapi potong dengan mengatasnamakan globalisasi dan liberalisasi pemerintah memasukan impor daging yang sangat murah yang menggerus peternakan sapi lokal,” lanjutnya.

“Kita ingin menunjukkan eksistensi kita karena kita ikut andil dalam perekonomian nasional dengan ikut menciptakan lapangan kerja,” tandas Ketua Kongres Peternak Rakyat.

Teguh berharap, adanya kongres nasional peternak rakyat tersebut, mampu mengeratkan kembali barisan para peternak rakyat untuk bisa kembali meningkatkan sektor usaha peternakan yang ada di tanah air.

Pada acara ini dikukuhkan tanggal 28 November sebagai Hari Peternak Rakyat. Juga dideklarasikan terbentuknya Dewan Peternak Rakyat Nasional. Dan akhir acara perwakilan asosiasi dari seluruh peternak Indonesia bertemu perwakilan DPR-RI di senayan.

Mahasiswa Hadir

Lebih dari 1000 peserta Kongres Nasional Peternak Rakyat memenuhi Gedung Pewayangan Kautaman, TMII, Jakarta (28/11). Para peserta yang berasal dari 17 asosiasi lingkup peternakan dan mahasiswa peternakan dari UNPAD, IPB dan UNSOED sejak pagi mengikuti kegiatan yang bertema “Merakyatkan Peternakan Rakyat” ini.

Teguh Boediyana mengatakan, marginalisasi peternak rakyat mendorong diadakannya kegiatan ini. Bahwa sebenarnya yang kita perjuangkan itu adalah hak peternak rakyat yang selama ini terabaikan.

Pada sapi potong, dengan mengatasnamakan globalisasi dan liberalisasi pemerintah memasukan impor daging yang sangat murah yang menggerus peternakan sapi lokal. “Kita ingin menunjukkan eksistensi kita karena kita ikut andil dalam perekonomian nasional kita bukan jadi beban pemerintah,” kata Ketua Kongres Nasional Peternak Rakyat ini.

“Keran impor daging beku mulai dibuka tahun 2000-an, sampai saat ini bahkan sudah masuk ke pasar-pasar tradisionil di seluruh indonesia. Belum lagi impor daging kerbau yang menyalahi aturan mengimpor daging dari negara yang tidak bebas penyakit PMK” ungkapnya.

Sementara itu, Penulis Senior Peternakan Indonesia, Rochadi Tawaf mengungkapkan. Kita sadar yang kita butuhkan adalah perdagangan bebas yang berkeadilan. Pembangunan Industri peternakan rakyat adalah jawaban untuk membangun peternakan rakyat kedepan, dimana corporasi, koperasi, dan peternak saling bersinergi sehingga saling menguntungkan.

“Pada daging kerbau India kita tidak masalahkan selama pemerintah jujur dan benar, kita tidak permasalahkan soal dagingnya yang kita masalahkan sumber dan dampaknya ke peternak rakyat,” jelasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas