KONI Versi Musorkablub Ancam Balik Atmi Fomi

.

Advertisements

* Kisruh KONI Kabupaten Solok Makin “Panas”

.

AROSUKA, PADANG-TODAY.COM

Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok versi Musorkablub 30 Juni 2016, mengancam balik Ketua KONI Kabupaten Solok periode 2015-2019 H Atmi Fomi. Hal ini terkait laporan Atmi Fomi ke Polres Arosuka dan KONI Sumbar tentang pelanggaran administrasi dan pemalsuan data dan tanda tangan dalam proses Musorkablub 30 Juni. Wakil Ketua Umum KONI Kabupaten Solok versi Musorkablub 30 Juni, Yutiswandi menyatakan pihak juga siap memidanakan Atmi Fomi.

“Laporan itu adalah hak Atmi Fomi sebagai orang yang dirugikan. Tapi, Atmi Fomi tentu harus siap pula dengan tuntutan hukum dari kami. Hal itu terkait penyimpangan dan pemalsuan tanda tangan tentang hasil audit inspektorat yang jumlahnya juga lumayan besar,” ujarnya.

Yutiswandi juga menegaskan kepengurusannya adalah lembaga yang sah, karena didukung KONI Sumbar. Ia juga menyatakan kepengurusan versi musorkablub tersebut tidak ada pelanggaran karena telah sesuai dengan AD/ART KONI. Pria yang akrab dipanggil Malin tersebut juga menyebut gugatan yang dilayangkan Atmi Fomi adalah sesuatu yang lucu. Pasalnya, dalam Musorkablub 30 Juni tersebut, Malin mengklaim Atmi Fomi dianggap hadir dalam Musorkablub.

“Atmi Fomi selaku pengurus lama dianggap hadir dalam Musorkablub. Karena yang bersangkutan telah memberikan mandat yang sah kepada Hj Erma,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua KONI yang “dikudeta”, Atmi Fomi akhirnya menempuh jalur hukum dan administratif untuk memperjuangkan hak dan nama baiknya. Fomi memidanakan kepengurusan yang “mengudeta” dirinya ke kepolisian. Secara administratif, Fomi juga sudah melayangkan surat keberatan ke KONI Sumbar yang ditembuskan ke Ketua KONI Pusat, Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), Bupati Solok, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Kapolres Solok Arosuka dan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Solok.

Fomi juga menyatakan banyak kejanggalan dalam surat mosi tidak percaya dan surat pernyataan yang dijadikan alasan bagi pihak Rudi Horizon dkk untuk menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luarbiasa (Musorkablub). Dalam surat mosi tidak percaya, Fomi menyebutkan surat tersebut ditandatangani oleh yang tidak berwenang. Di antaranya, surat itu ditandatangani oleh 32 orang pengurus dan tenaga sekretariat KONI Kabupaten Solok. Lalu 19 orang tidak memiliki jabatan sebagai ketua umum Pengcab olahraga. Hanya 6 orang ketua umum Pengcab yang menandatangani.

“Bahkan, dalam surat pernyataan usulan ‘Musorkablub’, telah terjadi penipuan. Beberapa nama dan tanda tangannya ada di surat tersebut, mengaku tidak tahu-menahu dan menyatakan tidak pernah menandatangani surat pernyataan tersebut. Mereka telah membuat surat pernyataan di atas materai, bahwa mereka tidak pernah menandatangi. Ini merupakan perbuatan melawan hukum dan saya akan menuntutnya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pada tanggal 24 Agustus lalu, Plt Ketua KONI Sumbar Syaiful melantik kepengurusan KONI Kabupaten Solok di Ruang Pelangi Arosuka. Anehnya, pelantikan di kompleks perkantoran Pemkab Solok tidak dihadiri oleh satupun pejabat Pemkab Solok, seperti bupati, wakil bupati, Sekda ataupun pejabat yang mewakili Pemkab Solok. Meskipun Plt Ketua KONI Sumbar Syaiful datang langsung melantik di Arosuka. Padahal sebelumnya, Bupati Solok Gusmal mengeluarkan surat rekomendasi Nomor: 842/Bup-2016 tertanggal 18 Juli 2016 tentang rekomendasi penerbitan SK KONI Kabupaten Solok masa bakti 2016-2020.

“Silahkan masyarakat menilai sendiri mengapa bupati, wakil bupati, Sekda atau satupun pejabat yang mewakili Pemkab Solok tidak hadir dalam pelantikan itu. Padahal KONI adalah organisasi olahraga terbesar dan memayungi seluruh insan olahraga di Kabupaten Solok. Nama baik dan harga diri daerah di bidang olahraga adalah tanggung jawab KONI,” ujarnya. (*)

.

[RIJAL ISLAMY / YANCE GAFFAR]

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*