Wako Pariaman Harapkan Setiap Koordinasi Harus Ada Hasilnya

Padang-today.com___Dalam rangka Pembangunan kesehatan di Kota Pariaman, sebanyak 150 orang peserta mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kesehatan Daerah Kota Pariaman tahun 2018 yang diadakan di Balairung Rumah Jabatan Wako Pariaman yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Kamis (8/11).

Peserta tersebut merupakan Kepala OPD/mewakili, unsur Legislatif Kota Pariaman, Tim PKK, Kepala Kantor/Bagian, Direksi RSUD Pariaman dan RSUD dr. Sadikin, Kepala Puskesmas dan Kepala UPTD serta Kepala Desa/Lurah se-Kota Pariaman yang dibuka secara langsung Wako Pariaman Genius Umar.

Wako Genius dalam sambutannya menuturkan, pembangunan kesehatan merupakan investasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pembangunan kesehatan pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan setiap orang untuk dapat berperilaku hidup sehat, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

” Sebagaimana yang juga telah menjadi program unggulan sejak kepemimpinan walikota terdahulu Bapak Mukhlis Rahman bersama saya sebagai wakilnya,” imbuh Genius.

Sehingga, sambung Genius, dengan diadakannya rapat kerja kesehatan daerah Kota Pariaman tahun ini yang mengusung tema “Peran serta Lintas Sektor dalam menurunkan stunting di Kota Pariaman“ diharapkan mampu meningkatkan kerjasama lintas sektor ini penting kita lakukan guna mencapai standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai indikator keberhasilan daerah.

Sedikit Wako mengulas, bahwasannya dari 6.559 orang anak balita yang ditimbang bulan September 2018 didapatkan anak balita pendek dan sangat pendek sebanyak 806 orang anak balita (12,03%), dimana untuk Kecamatan Pariaman Timur sebanyak 117 orang (1.78%), Kec. Pariaman Tengah 415 orang (6,33%), Kec. Pariaman Selatan sebanyak 95 orang (1.45%) dan Kecamatan Pariaman Utara sebanyak 179 orang anak balita (2.73%).

” Yang berdampak pada menurunnya tingkat kecerdasan, kerentanan penyakit, menurunkan produktifitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan,”

Sehingga, kata Genius hal ini membutuhkan intervensi yang tepat, karena bila salah penanganan yang tidak tepat akan berdampak fatal terhadap tumbuh kembang anak, maka dengan Rakor ini diharapkan lebih meningkatkan sosialisasi dan tindakan langsung terhadap Balita tersebut demi mencerdaskan generasi Kota Pariaman.(suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*