Korban MH17 Dipulangkan, Tidak Ada Jenazah WNI

MH17_korban_kecil

MH17_korban_kecil

PADANGTODAY.com-JENAZAH korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 di Ukraina pada 17 Juli 2014 lalu, mulai dipulangkan. Kemarin, sebanyak 20 jenazah diterbangkan dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pemulangan pertama, dipastikan tidak ada jenazah warga negera Indonesia (WNI) yang turut dipulangkan.

Sepert dilansir BBC, jumat (22/08), seluruh jenazah tersebut diterbangkan dari Amsterdam dengan menggunakan pesawat khusus. Pesawat dijadwalkan tiba di BandaraInternasional Kuala Lumpur pada Jumat (22/08) pukul 10.00 waktu setempat. setelah tiba, terdapat 17 peti mati dan sisa korban lain telah dikremasi, abunya telah disimpan dalam sebuah guci.

Untuk mengenang dan menghormati arwah para korban MH17, Pemerintah Malaysia menetapkan sebagai hari berkabung nasional, dengan mengibarkan bendera setengah tiang dan mengheningkan cipta selama satu menit.

Rencananya, Pemerintah Negeri Jiran itu akan memulangkan kembali jenazah warganya pada tanggal 24 Agustus mendatang. sejauh ini, dari 43 WN Malaysia yang jadi korban, sudah 30 jenazah yang terindentifikasi. dan, 20 diantaranya telah dipulangkan.
Sementara itu, dalam pemulangan kemarin, belum ada jenazah WNI yang turut dipulangkan. Hal itu disebabkan, belum semua WNI dapat diidentifikasi.

Koordinator Fungsi Protokoler dan Konsuler Vevie Damayanti mengatakan, dari 12 WNI yang jadi korban MH17, baru empat WNI yang telah diketahui identitasnya. “So far yang sudah kita ketahui ada empat,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Saat diminta untuk mengemukanan identitas WNI tersebut, Vevie menolak mengemukakannya. Sebab menurutnya, pihaknya tidak memiliki kapasistas untuk menyebutkan identitas dari jenazah para korban tersebut. Ia pun tidak dapat menjelaskan secara detail proses identifikasi yang dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DIV), untuk dapat meyakinkan bahwa keempatnya adalah WNI.

“Mereka tidak memberikan detail. Mereka hanya memberikan notifikasi pada KBRI bila sudah dapat diidentifikasi. Lalu menghubungi pihak MAS dan keluarga,” pungkasnya.

Hingga kini diakuinya, KBRI masih belum dapat memastikan kapan pemulangan jenazah WNI akan dilakukan. Ia mengatakan, ketentuan tersebut sangat tergantung dari permintaan keluarga korban. KBRI Den Haag pun masih terus mengabari pihak keluarga korban terkait perkembangan yang ada di sana. “Proses pemulangan sebenarnya sama saja dengan pemulangan jenazah dari negara lain. Tidak ada syarat khusus, hanya seperti surat medis kematian dan sejumlah surat lainnya. Tergantung pihak keluarga, kami akan terus keep contact (masalah pemulangan),” urainya. (dil)

-JENAZAH korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 di Ukraina pada 17 Juli 2014 lalu, mulai dipulangkan. Kemarin, sebanyak 20 jenazah diterbangkan dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pemulangan pertama, dipastikan tidak ada jenazah warga negera Indonesia (WNI) yang turut dipulangkan.

Sepert dilansir BBC, jumat (22/08), seluruh jenazah tersebut diterbangkan dari Amsterdam dengan menggunakan pesawat khusus. Pesawat dijadwalkan tiba di BandaraInternasional Kuala Lumpur pada Jumat (22/08) pukul 10.00 waktu setempat. setelah tiba, terdapat 17 peti mati dan sisa korban lain telah dikremasi, abunya telah disimpan dalam sebuah guci.

Untuk mengenang dan menghormati arwah para korban MH17, Pemerintah Malaysia menetapkan sebagai hari berkabung nasional, dengan mengibarkan bendera setengah tiang dan mengheningkan cipta selama satu menit.

Rencananya, Pemerintah Negeri Jiran itu akan memulangkan kembali jenazah warganya pada tanggal 24 Agustus mendatang. sejauh ini, dari 43 WN Malaysia yang jadi korban, sudah 30 jenazah yang terindentifikasi. dan, 20 diantaranya telah dipulangkan.
Sementara itu, dalam pemulangan kemarin, belum ada jenazah WNI yang turut dipulangkan. Hal itu disebabkan, belum semua WNI dapat diidentifikasi.

Koordinator Fungsi Protokoler dan Konsuler Vevie Damayanti mengatakan, dari 12 WNI yang jadi korban MH17, baru empat WNI yang telah diketahui identitasnya. “So far yang sudah kita ketahui ada empat,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Saat diminta untuk mengemukanan identitas WNI tersebut, Vevie menolak mengemukakannya. Sebab menurutnya, pihaknya tidak memiliki kapasistas untuk menyebutkan identitas dari jenazah para korban tersebut. Ia pun tidak dapat menjelaskan secara detail proses identifikasi yang dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DIV), untuk dapat meyakinkan bahwa keempatnya adalah WNI.

“Mereka tidak memberikan detail. Mereka hanya memberikan notifikasi pada KBRI bila sudah dapat diidentifikasi. Lalu menghubungi pihak MAS dan keluarga,” pungkasnya.

Hingga kini diakuinya, KBRI masih belum dapat memastikan kapan pemulangan jenazah WNI akan dilakukan. Ia mengatakan, ketentuan tersebut sangat tergantung dari permintaan keluarga korban. KBRI Den Haag pun masih terus mengabari pihak keluarga korban terkait perkembangan yang ada di sana. “Proses pemulangan sebenarnya sama saja dengan pemulangan jenazah dari negara lain. Tidak ada syarat khusus, hanya seperti surat medis kematian dan sejumlah surat lainnya. Tergantung pihak keluarga, kami akan terus keep contact (masalah pemulangan),” urainya. (dil)

Lewat ke baris perkakas