Korban Serangan ISIS Pun Tak Luput Dari Anak-anak  

anak-anak-tak-luput-jadi-korban-serangan-isisIrak, PADANGTODAY.com – Kelompok minoritas Yazidi di bagian utara Irak telah kehilangan 40 anak-anak, setelah serangan kelompok jihad di Kota Sinjar. Ini seperti dilaporkan badan PBB untuk anak-anak UNICEF, kemarin.

Advertisements

“Menurut laporan resmi diterima UNICEF, anak-anak dari minoritas Yazidi meninggal sebagai akibat langsung dari kekerasan, pemindahan dan dehidrasi selama dua hari terakhir,” kata sebuah pernyataan UNICEF, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (5/8).

Pada Ahad, para pejuang dari kelompok jihad Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), yang sudah menguasai daerah luas di barat laut Irak, mengambil alih Sinjar, yang telah berada di bawah kendali pasukan Kurdi Peshmerga.

Kota itu, yang terletak dekat perbatasan Suriah, adalah sebuah penghubung untuk kaum Yazidi Irak, sebuah komunitas terpencil yang mengikuti kepercayaan kuno berakar dalam aliran Zoroastrianisme dan disebut oleh jihadis sebagai “pemuja setan”.

Sinjar juga menjadi rumah sementara bagi ribuan pengungsi dari minoritas lain, seperti Syiah Turkmen yang melarikan diri dari kota terdekat Tal Afar ketika ISIS melancarkan serangan pada 9 Juni lalu.

Hampir 40.000 warga Yazidi telah meninggalkan rumah mereka di kota-kota seperti di Sinjar dan Zumar untuk mencari perlindungan di wilayah semi otonomi Kurdi yang berdekatan, Jawhar Ali Begg. Ini kata seorang juru bicara bagi masyarakat Yazidi dua hari lalu.

“Keluarga yang melarikan diri dari daerah tersebut segera membutuhkan bantuan mendesak, termasuk hingga 25.000 anak-anak yang kini terdampar di sekitar pegunungan Sinjar dan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk air minum dan sanitasi,” kata UNICEF.

Gambar yang diunggah di Internet oleh anggota komunitas Yazidi menunjukkan kelompok-kelompok kecil orang berkumpul di sisi-sisi gua dari ngarai terjal di pegunungan Sinjar.

Pemimpin Yazidi dan para pegiat hak asasi mengatakan keberadaan masyarakat multi-milenium di tanah leluhur mereka sangat beresiko akibat kekerasan terbaru dan perpindahan.

Perkembangan ini datang setelah Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki memerintahkan dukungan angkatan udara untuk membantu pasukan Kurdi Peshmerga dua hari lalu, yang merencanakan serangan terhadap para militan ISIS di Irak utara, Associated Press (AP) melaporkan.

Seorang pejabat Kurdi, seperti dikutip oleh AP, mengatakan pasukan Kurdi telah kewalahan di wilayah itu tapi kini memanggil sejumlah besar pejuang untuk memukul kembali terhadap kelompok ekstremis garis keras itu.

(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*