Kota Pariaman Belajar Ke Yogyakarta

Rombongan Humas Pemko Pariaman Bersama Pewarta dan Pemko Yogyakarta, Senin, 28-11-2016

Rombongan Humas Pemko Pariaman Bersama Pewarta dan Pemko Yogyakarta, Senin, 28-11-2016

Padang-today.com__Kota Yogyakarta berkedudukan sebagai ibukota Propinsi DIY dan merupakan satu-satunya daerah tingkat II yang berstatus Kota di samping 4 daerah tingkat II lainnya yang berstatus Kabupaten.

Kota Yogyakarta terletak ditengah-tengah Propinsi DIY, sebagai kota penyangga dari daerah Kabupaten lainya. Keberhasilan Yogyakarta dalam mengelola Koperasi dan Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) mendapat penghargaan ICSB Award. Selain itu, Yogyakarta cukup serius dalam pengelolaan pariwisata di daerahnya.

Daerah Istimewa Yogyakarta, salah satu dari 34 provinsi yang ada di Indonesia ini cukup terkenal dikalangan traveller / pelancong. Daerah yang berada di pulau Jawa dan cukup dekat dengan Solo dan Semarang Jawa tengah ini memang dari dulu mempunyai keistimewaan sendiri.

Bermacam obyek wisata yogyakarta yang dapat kita temui di provinsi ini. Selain sebagai tujuan wisata, Jogja merupakan salah satu kota tujuan para pelajar untuk menuntut ilmu karena banyaknya universitas / perguruan tinggi ternama yang terdapat pada wilayah ini. seperti UGM, UNY dll.

Memang Yogyakarta merupakan tujuan wisata yang populer, maka itu cukup mudah untuk mencapai Jogja lewat udara atau darat. Namun tidak bisa dicapai dengan jalur laut karena di Jogja tidak ada pelabuhan.

Keberhasilan daerah itu dalam memajukan pariwisata merupakan komitmen bersama dengan masyarakat setempat.

“Pemerintah tetap mempertahankan dan mengawal nilai-nilai kearifan lokal, sementara masyarakat dituntut lebih kreatif dan inovatif,” ungkap Plt Walikota Yogyakarta, Sulistiyo ketika menerima rombongan pewarta Kota Pariaman, di Aula pertemuan walikota Yogyakarta, Senin, 28-11-2016.

Katanya, untuk  mengembangkan Kota Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata yang perlu didukung dengan adanya penampilan berbagai hasil karya seni dan budaya sehingga Kota Yogyakarta semakin indah dan nyaman.

Sebagai contoh, sebutnya para seniman jalanan di kota itu dituntut memiliki alat musik yang kreatif, inovatif dan tidak asal-asalan. Hal itu bertujuan agar wisatawan yang datang merasa terhibur dan tidak kecewa dengan pelayanan yang diberikan.

Selain itu, tambahnya, pemerintah setempat juga memberikan kemudahan layanan pariwisata kepada wisatawan yang datang apabila terjadi insiden saat berwisata.

“Jika terjadi insiden kecelakaan para wisatawan bisa menghubungi layanan 118 untuk mendapatkan bantuan. Pelayanan selama 24 jam dan biayanya ditanggung pemerintah kota,” jelasnya.

Ia menambahkan,  kebudayaan dan karakter masyarakat yang masih asli diyakini salah satu nilai jual kepada pelancong. “Budaya Jawa di Yogyakarta masih kental dan hal itu dipertahankan dalam melayani setiap wisatawan yang datang berkunjung,” ujarnya.

Sebagai daerah yang mengandalkan pariwisata, Yogyakarta mampu meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp84 miliar dari pajak hotel dan restoran.

“Dengan PAD tersebut pemerintah daerah terus berusaha membangun dan mengembangkan pariwisata,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, Pemerintah Kota Pariaman perlu belajar dari Pemko Yogjakarta dalam pengembangan pariwisata. “Pemerintah Kota Pariaman perlu belajar terkait pariwisata di Yogyakarta termasuk kiat daerah ini menjadi salah satu destinasi wisata serta melestarikan budaya lokal,” kata Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar saat melakukan kunjungan di Yogyakarta.

Ia menjelaskan terdapat beberapa hal yang dapat dicontoh, diantaranya terkait manajemen dan pengembangan pariwisata daerah yang tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal.

Kemajuan pariwisata Yogyakarta, sebutnya dapat terus bertahan dan maju karena masyarakat bersama pemerintah setempat mampu menjual serta mengembangkan kekayaan daerah dengan baik.(sg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*