Kota Pariaman dikunjungi Tim ekspedisi Islam Nusantara

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menerima cendra mata dari PBNU di Balai Kota Pariaman (foto/humas)

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menerima cendra mata dari PBNU di Balai Kota Pariaman (foto/humas)

Advertisements
Pariaman,PADANG-TODAY.COM__Kota Pariaman memperoleh kehormatan sebagai salah satu daerah di Indonesia yang dikunjungi oleh Tim ekspedisi Islam Nusantara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selama di Kota Pariaman, tim eskpedisi Islam nusantara akan mengumpulkan data serta dokumentasi terkait tentang awal masuk dan berkembangnya ajaran Islam di Pariaman dan Sumatera Barat sekaligus kampanye deradikalisasi dan anti narkoba.

Dalam siaran perss menjelaskan, Kedatangan tim yang diketuai Wakil Sekretaris Jenderal NU Imam Pituduh, disambut langsung oleh Walikota Pariaman Muklis Rahman di Aula Balaikota Pariaman, Sabtu (14/5).

“Ada 25 anggota dari tim ekspedisi Islam nusantara ini. Di Sumatera Barat, Kota pariaman merupakan Kota terpenting dalam ekpedisi di Sumatera Barat ini, karena kota ini merupakan pintu masuknya ajaran Islam yang mulai dikembangkan oleh Syekh Burhanuddin,” jelas Ketua rombongan yang juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal NU Imam Pituduh.

Menurut Imam, seluruh kegiatan yang dilakukan di sejumlah daerah yang telah dikunjungi termasuk di Kota Pariaman, nantinya akan didokumentasikan dalam sebuah film documenter dan akan disebarluaskan ke masyarakat luas. Selama ini belum ada dokumentasi yang utuh mengenai sejarah Islam di Nusantara yang dilahirkan oleh bangsa Indonesia. Untuk itu PBNU akan merekonstruksi sejarah Islam di Nusantara untuk memberi pemahaman bahwa Islam bukanlah agama yang lekat akan kekerasan dan terorisme.

“Selama ini banyak konflik, watak dan perilaku menyimpang yang mengatasnamakan Islam, sekaligus munculnya berbagai aliran keras dengan skenario untuk memecah belah sesama umat Islam, padahal Islam masuk ke Nusantara dengan damai.” ungkap Imam Pituduh.

Walikota Pariaman Muklis Rahman sangat menyambut baik kunjungan tim ekspedisi Islam Nusantara. Walikota menceritakan, Pariaman sebagai pusat pengembangan Islam oleh Syekh Burhanuddin yang belajar kepada Syekh Abdurrauf di Singkil, Aceh.

“Sepulangnya dari Aceh, Syekh Burhanuddin dan rombongannya sempat menetap di Pulau Angso Duo, karena adanya perlawanan dari masyarakat di daratan Pariaman. Setelah pihak penentang Syekh Burhanuddin kalah, baru beliau mulai mengembangkan Islam yang bermula di Ulakan.” Ujar Wako.

Menurutnya, Di Pulau Angso Duo dapat kita temui kuburan sepanjang 6 meter dan tujuh kuburan disekelilingnya yang memiliki nisan bertulisan arab, serta satu sumur tua. Semua ini jelas menunjukkan bahwa Kota Pariaman tempat pengembangan Islam pertama di Sumatera Barat, terangnya.

“Pepatah Minangkabau mengatakan adaik manurun syarak mandaki, bahwa adat yang berkembang di daerah pesisir turun dari daerah darek dan agama berkembang dari daerah pesisir ke daerah darek, katanya.

Selain itu. Mukhlis menambahkan, Sejalan dengan ada yang diungkapkan oleh ketua tim ekspedisi Islam Nusantara bahwa di Kota Pariaman Islam masuk dengan damai salah satunya melalui kesenian. Di Kota Pariaman memiliki kesenian-kesenian yang berakar dari ajaran Islam, seperti indang, salawaik dulang, ulu ambek, tabuik dan sebagainya. Artinya, melalui kesenian inilah islam bermula diajarkan di Kota Pariaman,jelasnya.

“Dari kesenian-kesenian ini bermula dikenalkan ajaran Islam, karena dengan kesenian lebih mudah mengumpulkan masyarakat.” terangnya.

Selanjutnya, Tim Ekspedisi Islam Nusantara ini akan menelusuri jejak Islam di Pariaman selama dua hari. Setelah Kota pariaman, tim akan terus menelusuri jejak penyebaran Islam di Pulau Sumatera setelah sebelumnya di Pulau Jawa. (er/suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*