Kota Pariaman Ikuti LSS Tingkat Sumbar

Padang-today.com__SMAN 4 Pariaman, SMPN 4 Pariaman, SDN 06 Pariaman Selatan dan TK Bina Insani Kec. Pariaman Selatan menjadi wakil Kota Pariaman untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Sumatra Barat tahun 2018.

Walikota Pariaman yang diwakilkan oleh Asisten II bidang perekonomian, Yandri Leza serta Kepala Bagian Kesejahteraan rakyat (Kesra) Setdako Pariaman, Armaizal menerima kedatangan tim penilaian LSS Provinsi Sumbar dalam acara pembukaan LSS tingkat provinsi Sumbar yang diselenggarakan di Aula Balaikota, Kamis (11/10).

Yandri mengatakan lomba LSS perlu diselenggarakan sebagai usaha merangsang tumbuhnya motivasi dan kepedulian masyarakat untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, sekaligus membangun kebiasaan-kebiasaan sehat di lingkungan sekolah.

“Kita menyadari bahwa hal-hal seperti itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan anak-anak dari berbagai ancaman bahaya kesehatan yang tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah”, tambahnya

Lebih lanjut Yandri membeberkan bahwa pentingnya program Usaha Kesehatan  Sekolah (UKS) karena program tersebut memuat kegiatan-kegiatan tentang pendidikan kesehatan, usaha mewujudkan lingkungan yang sehat serta penyelenggaraan pelayanan kesehatan termasuk anak-anak diberi tambahan pengetahuan dan wawasan tentang kesehatan.

“Kota Pariaman berusaha secara berkesinambungan mewujudkan UKS melalui trias program UKS yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat sehingga diharapkan akan mewujudkan generasi muda Kota Paraiaman yang sehat, berkualitas dan berprestasi”, ujarnya.

Ia berharap penilaian LSS pada empat sekolah yang ditunjuk dapat berjalan dengan lancar serta penilaian nantinya yang diberikan oleh tim penilai  dapat memberikan masukan untuk terus membangun lingkungan sekolah sehat diseluruh sekolah yang ada di Kota Pariaman.

Sementara  ketua tim penilai LSS tingkat Sumbar, Fionaliza menyampaikan bahwa penilaian LSS ini bukan hanya sekedar melihat keadaan sekolah semata, tetapi yang paling utama adalah terjadi perubahan perilaku dari peserta didik dan warga sekolah dalam Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) diesekolah yang berimbas sampai ke lingkungan rumah tangga dan lingkungan masyarakat.

“Kita mengharapkan anak-anak menjadi agen perubahan di tengah keluarga dan masyarakat”, ujarnya.

Fiona menjelaskan ada 14 indikator dalam penilaian LSS yaitu indikator ruang kerja kepala sekolah/madrasah, ruang kerja guru, ruang kelas, ruang ibadah, ruang UKS/M, kamar mandi/WC, kantin sekolah, perpustakaan, ruang Laboratorium/ruang serbaguna, tempat penampungan sampah sementara.

“Selain itu ada indikator tempat cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, sekretariat TP-UKS/M Kabupaten/Kota dan kecamatan serta sekretariat tim pelaksana sekolah, sikap dan perilaku peserta didik beserta warga lingkungan sekolah, dan lingkungan sekolah seperti ruang OSIS, dan penerapan kawasan tanpa asap rokok”, terangnya lebih lanjut.

Ia berharap dengan adanya LSS ini maka empat sekolah yang dipilih dalam penilaian dapat menjadi roll model sekolah sehat, sehingga sekolah-sekolah lain yang ada di kabupaten/kota dapat mencontohnya.

Tim penilai LSS tingkat provinsi Sumbar terdiri dari lima orang yaitu Fionaliza sebagai koordinator tim, Helmiza, Uchie Zolina, Refniati dan Krisna Murti. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*