Kota Payakumbuh Bersiap Jadi Percontohan Pengolahan Sampah Nasional

Wawako Suwandel Mukhtar bersama Hidayat, praktisi Sampah dan Duta Zero Waste Kota Payakumbuh

Wawako Suwandel Mukhtar bersama Hidayat, praktisi Sampah dan Duta Zero Waste Kota Payakumbuh

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Bekerjasama dengan Pertamina Foundation serta PT. Mittran yang berpusat di Bekasi, Jawa Barat, Payakumbuh siap menjadi kota percontohan untuk pengolahan sampah yang bersifat produktif dan dapat digunakan kembali. Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Payakumbuh, Suwandel Mukhtar saat menerima Hidayat, Konsultan Pertamina Foundation untuk pengelolaan sampah di Balaikota Payakumbuh, Rabu kemarin (25/2).

Menurut Wawako, sampah merupakan salah satu persoalan yang dapat berdampak buruk apabila tidak dikelola dengan baik. Baik sampah yang bisa didaur ulang maupun sampah yang harus dimusnahkan. Masalah ini merupakan persoalan yang perlu ditangani dengan serius. “Apabila sampah bisa dikelola untuk digunakan kembali, maka persoalan sampah ini bisa selesai” ujar Wawako.

Melihat kesungguhan Pemko Payakumbuh dalam mengelola sampah, terutama setelah dibangunnya TPA Regional di Kapalo Koto, Payakumbuh Selatan, Pertamina Foundation yang memiliki program dalam penanggulangan sampah menjadi energy terbarukan, memberi kesempatan pada Payakumbuh untuk dijadikan Kota Percontohan dalam pengolahan sampah Nasional. Hal ini disampaikan langsung oleh Hidayat, yang juga Direktur PT. Mitra Tani Mandiri Perdana (Mittran) ketika melakukan pembinaan pengelolaan sampah di Payakumbuh.

Untuk merealisasikan hal tersebut, pada tanggal 1- 15 Desember 2014 yang lalu, Pemko Payakumbuh mengirimkan 10 orang perwakilan dari 5 Kecamatan, ke daerah Bekasi Jawa Barat untuk mempelajari bagaimana mengelola sampah dengan jitu serta meminimalisir sampah yang terbuang. Kesepuluh warga ini nantinya akan menjadi Duta Zerowaste. Mereka akan bertugas untuk mensosialisasikan tentang pemanfaatan sampah kembali menjadi energi terbarukan bagi masyarakat luas bahkan bisa dijadikan lahan bisnis baru.

“Kepercayaan ini akan kita dukung dengan penuh. Sampah bukan lagi sebagai musuh yang harus dimusnahkan, namun setelah dipelajari, sampah malah bisa dijadikan energi terbarukan dan didaur ulang kembali menjadi bahan produksi yang bernilai tinggi. Seperti pupuk, bahan baku produksi, maupun biogas. Kita bertekad, menjadikan Payakumbuh sebagai Kota Percontohan dalam mengelola sampah” kata Wawako yang didampingi Kabid Kebersihan dan Pertamanan Men Apris.

Hidayat sendiri merupakan salah satu konsultan yang digandeng oleh Pertamina Foundation dalam mensosialisasikan masalah persampahan Pendiri PT. Mittran yang bergerak dibidang pengolahan sampah ini, merupakan individu yang telah lama berkecimpung di dunia pengelolaan sampah.

”Kota Payakumbuh memiliki potensi untuk bisa menjadi kota percontohan. Sebelumnya, kami telah memberikan kesempatan pada kota yang lain di sumatera, namun mereka mengaku tidak sanggup untuk melakukannya. Terlebih lagi, Pemko Payakumbuh juga mendukung penuh rencana ini. Mudah-mudahan, program kita menjadikan sampah sebagai energy terbarukan dapat terlaksana” kata praktisi sampah ini.

Salah satu prestasi Hidayat yang lebih dikenal dengan Hidayat “Sampah”, yaitu menjadikan kota Bekasi menjadi lebih bersih melalui Waste Management (Manajemen Persampahan), dimana Hidayat menggandeng warga untuk ikut serta mengelola sampah menjadi energi terbarukan dan mendatangkan bisnis yang beromzet jutaan rupiah.(mnc)

One comment

  1. Saya sebagai penduduk kab limapuluh kota sangat tertarik dalam pengelolaan sampah di TPA kab limapuluh kota dan sangat tertantang dalam menjalankannya . sebagai bahan masukan selama ini saya juga mengelola sampah plastik segala jenis untuk di daur ulang di karawang , untuk yang lainnya juga bisa di kerjakan seperti kompos dan dll .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*