Kota Solok 39 Tahun 16 Desember 1970-2009

Empat Agenda Pembangunan Sukses Pertumbuhan Ekonomi Terus Naik

Kota Solok, Rabu 16 Desember 2009 tepat berumur 39 tahun. Sejak berdiri 16 Desember 1970, Kota Beras ini kian berkembang maju secara pesat dan dinamis. Banyak warga luar (Kota Solok) mencari nafkah di kota ini, sehingga jumlah penduduk Kota Solok sekitar 59.162 jiwa berbeda antara malam dan siang hari.

Di bawah kepemimpinan duet Walikota (Wako) – Wakil Walikota (Wawako) Solok Syamsu Rahim – Irzal Ilyas Dt. Lawik Basa, Kota Solok yang memiliki letak strategis di persimpangan jalur lalu lintas banyak daerah (propinsi) telah berhasil menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Solok 2006-2011 yang memuat visi misi Kota Solok yang dijabarkan lebih lanjut kedalam 4 agenda pembangunan....

Pejabat Bagian Kesra Pemko Solok, Yusra

Angket Berhadiah Tentang Pelayanan Publik

Perayaan dan peringatan HUT Kota Solok ke-39 (16 Desember 1970-2009) diwarnai dengan sejumlah acara/kegiatan. Antara lain, ada acara buru babi, pawai budaya, bazaar/pameran pembangunan, jumpa pers, dan yang merupakan terobosan adalah angket berhadiah tentang pelayanan publik.

Pejabat Bagian Kesra Pemko. Solok, Yundra yang menggagas atau memiliki inisiatif untuk angket tersebut menuturkan keberadaan angket telah melalui proses dan persetujuan berjenjang dari atasan. Artinya, persetujuan atas angket dimaksud telah dibahas/seleksi sebelumnya secara seksama.

“Sesuai dengan tuntutan reformasi birokrasi itu sendiri bahwa harus ada keterbukaan publik”, ujarnya.

Menurutnya, Pemko. Solok sejauh ini telah melakukan reformasi birokrasi. Antara lain, dengan melahirkan Perda Etika Pemerintahan Daerah (EPD), standar operasional pelayanan, menghapus biaya yang tidak jelas serta membuat kotak saran disetiap unit kerja/kantor. Tujuannya, selain untuk efisiensi, efektifitas dan produktifitas, juga yang utama adalah menghilangkan kemungkinan terjadinya tindak KKN.....

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Solok/PPP, Herdiyulis, SH

Ajang Intropeksi Diri

Telah 39 tahun usia Kota Solok. Tentunya, moment ini tidak hanya sekedar dirayakan atau diperingati secara seremonial semata. Melainkan, hendaknya benar-benar bisa dijadikan ajang introspeksi dan mawas diri. Terlebih, Tahun 2009 ini yang merupakan ujung-ujung pengabdian duet kepemimpinan Wako-Wawako Solok Syamsu Rahim-Irzal Ilyas Dt. Lawik Basa.dimana ketersediaan dana APBD semakin jauh terbatas.

Pada RAPBD Kota Solok Tahun 2010, defisit luar biasa mencapai Rp. 102 Milyar lebih. Makanya, kita di dewan harus melakukan seleksi ketat untuk melakukan skala prioritas atas program-program/kegiatan-kegiatan yang hanya sangat menyentuh kepentingan masyarakat. Jadi, kalau pengesahan APBD tersebut tidak bisa cepat, itu bukan berarti kita menghambat-hambat.....

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Solok/ PAN : Irman Yefri Adang, SH

Harus Punya Pelayanan Maksimal

Kita ingin menggaris bawahi penekanan Gubernur Sumbar, Marlis Rahman bahwa Kota Solok harus mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat tidak hanya berasal dari Kota Solok sendiri, melainkan juga mereka yang berasal dari luar Kota Solok. Jumlah masyarakat luar ini cukup banyak, karena jumlah penduduk Kota Solok berbeda kontras antara siang dengan malam hari.

Menurut kita, itu artinya aparatur Pemko. Solok harus terus meningkatkan kerja dan kinerjanya untuk mampu memberikan pelayanan maksimal dimaksud. Karena sebagaimana pandangan umum Fraksi PAN, kita telah menyebutkan bahwa kesejahteraan pegawai Pemko. Solok sudah jauh lebih baik ketimbang pegawai-pegawai di daerah lainnya di Sumbar.....