Kotoran Kuda di Jalan Protokol Memperburuk Tampilan Padang

Bendi sedang menunggu penumpang di ps. raya padang.

Bendi sedang menunggu penumpang di ps. raya padang.

Padang, PADANGTODAY.com-14/11 Bercecerannya kotoran kuda diseputaran jalan protokol Kota Padang, merupakan pemandangan yang lazim dilihat oleh warga kota ini.

Pantauan di lokasi, Jum’at (14/11) hampir disetiap badan jalan protokol mulai dari Jalan Proklamasi hingga Jalan Ahmad Yani serta pasar raya padang, kotoran kuda tampak berceceran akibat tidak tertibnya pemilik “bendi” menggunakan terpal penampung kotoran pada bendinya.

Kotoran kuda ini tak jarang terlindas oleh kendaraan, yang memperparah kondisi tampilan jalan. Belum lagi dengan bau menyengat dari kotoran, membuat jalanan kota Padang terkesan jorok.

Pemerintah Kota Padang diharapkan segera mengambil tindakan untuk menertibkan para pemilik bendi, untuk menggunakan terpal penampung kotoran, dan membuangnya pada tempat yang telah ditentukan.

Transportasi ramah lingkungan ini, seharusnya diperhatikan oleh pemerintah. Pasalnya, bendi merupakan transportasi khas dari Ranah Minang, yang dapat dioptimalkan fungsinya sebagai kendaraan pariwisata.

“Ini sudah biasa terlihat, dimana-mana ada kotoran kuda. Seharusnya pemerintah meresponsnya, walau terlihat sepele,” kata Setyawati, warga Kota Padang.

Ia berpendapat, kotoran yang berceceran membuat warga kota tidak nyaman berlalu-lalang disekitaran jalan tersebut. Tidak hanya itu, kotoran tersebut juga akan membuat polusi udara serta sumber penyakit.

Kasman, salah satu kusir delman dari Andalas, mengakui bahwa biaya pembelian terpal untuk menampung kotoran kuda memang tidak mahal, namun karena wilayah operasi bendinya hanya berkisaran tengah kota, apabila kantong penampung penuh maka ia akan kebingungan membuang kotoran tersebut.

“Dari pada susah-susah mencari tempat pembuangan, ya lebih baik tidak usah dipakekan kantong, jadi tidak repot,” katanya.

Ia mengatakan bahwa sejauh ini belum ada penindakan atas perbuatan ini, namun ia berharap agar pemerintah menanggapi permasalahan ini, dan mau membuatkan tempat pembuangan kotoran kuda tersebut. (wiwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*