KPK Periksa Mantan Dirjen Pajak “Hadi Poernomo”

mantan Direktur Jenderal Pajak, Hadi Poernomo.

mantan Direktur Jenderal Pajak, Hadi Poernomo.

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa mantan Direktur Jenderal Pajak, Hadi Poernomo, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan seluruh permohonan keberatan wajib pajak atas Surat Ketetapan Pajak Nihil Pajak Penghasilan (SKPN PPh) BCA. KPK menetapkannya sebagai tersangka pada 21 April 2014.

“HP (Hadi) dijadwalkan untuk diperiksa sebagai tersangka dalam dugaan TPK terkait penerimaan keberatan pajak BCA,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (5/5/2015).

KPK belum melakukan penahanan meski Hadi sudah setahun ditetapkan sebagai tersangka. Pimpinan sementara KPK Johan Budi mengatakan, penahanan terhadap seorang tersangka dilakukan jika memenuhi alasan subjektif dan objektif.

“Subyektivitas penyidik ada kehawatiran tersangka melarikan diri mengulangi, menghilangkan barang bukti atau mempengaruhi barang bukti. Kalau obyektif, seseorang ditahan karena ancaman pidananya lebih dari 5 tahun,” kata Johan.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, Hadi menyatakan akan kooperatif selama proses penyidikan. Hadi diduga mengubah telaah Direktur Pajak Penghasilan mengenai keberatan SKPN PPh BCA. Surat keberatan pajak penghasilan 1999-2003 itu diajukan BCA pada 17 Juli 2003 terkait non-performing loan (NPL atau kredit bermasalah) senilai Rp 5,7 triliun kepada Direktur PPh Ditjen Pajak.

Setelah penelaahan, diterbitkan surat pengantar risalah keberatan dari Direktur PPh pada 13 Maret 2004 kepada Dirjen Pajak dengan kesimpulan bahwa permohonan keberatan wajib pajak BCA ditolak. Namun, satu hari sebelum jatuh tempo untuk memberikan keputusan final BCA, 18 Juli 2004, Hadi memerintahkan agar Direktur PPh mengubah kesimpulan, yaitu dari semula menyatakan menolak diganti menjadi menerima semua keberatan.

Hadi kemudian mengeluarkan surat keputusan Dirjen Pajak yang memutuskan untuk menerima semua keberatan wajib pajak sehingga tidak ada cukup waktu bagi Direktur PPH untuk memberikan tanggapan atas kesimpulan yang berbeda itu. Namun, Hadi membantah mendapatkan imbalan dari BCA atas penerimaan keberatan wajib pajak tersebut.

(ankm/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*