KPU: Butuh Partisipasi Masyarakat Demi Sukses Pilkada 2020

Padang-today.com – Riki Eka Putra Ketua KPU Padang menyebutkan butuh partisipasi aktif dari masyarakat dalam pencocokan dan penelitian (Coklit) data dilakukan Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Pilkada 2020.

“Butuh peran serta aktif dan partisipasi masyarakat agar pemutakhiran data pemilih dilakukan PPDP dapat berjalan dengan baik demi suksesnya Pilkada Sumbar 2020,”kata Riki Eka Putra di Padang.

“Apalagi di masa pendemi Covid-19 ini, tentu sangat dibutuhkan partisipasi aktif dan perhatian warga kota,” jelasnya.

Masa pendemi Covid-19, tambah dia
petugas mengunjungi rumah pemilih satu persatu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Petugas yang mengenakan APD lengkap, akan mendatangi semua rumah penduduk guna mencocokkan dan memperbaharui data pemilih, sehingga tidak ada lagi nantinya pemilih yang tidak terdata, atau pemilih yang sudah meninggal masih terdata sebagai pemilih. Saat ini tercatat 653.571 pemilih di Kota Padang,”jelas Riki.

Sementara itu Arionto Divisi data Komisioner KPU Padang menyatakan sejumlah program dan kegiatan telah dilaksanakan KPU dalam upaya menggenjot partisipasi pemilih. Termasuk melaksanakan tahapan pemutakhiran data pemilih, agar pemilih yang terdata betul-betul yang berhak memilih.

“KPU Kota Padang juga telah melakukan berbagai tahapan sosialisasi dan edukasi dalam upaya menggenjot partisipasi pemilih,” ujar Arianto.

Disisi lain Mufhti Syafrie mantan komisioner KPU Sumbar menyatakan masa pendemi Covid-19 KPU lebih giat lagi sosialisasi agar target partisipasi masyarakat 77,5 persen tercapai.

“Target 77,5 persen partisipasi pemilih yang dipatok Komisi Pemilihan Umum (KPU), dinilai sangat berat. Apalagi di tengah pandemi covid-19 saat ini,”kata dia.

Menurut dia, KPU harus melibatkan banyak pihak dalam mengejar target partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak 2020.

“Tingkat partisipasi pemilih, jadi tolok ukur kesuksesan pilkada,”ucap dia.

Provinsi Sumbar belum termasuk zona hijau Covid-19 lanjut dia TPS menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Di setiap TPS disiapkan cuci tangan, dan petugas akan mengatur jarak antar pemilih serta mewajibkan pakai masker,”pungkas Mufhti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas