KPU PADANG DISIDANG DI PANWASLU

  1. Padang-today.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang menjalani sidang di Panwaslu terkiat laporan Syamsuar Syam.

“Hari ini (KPU) sidang di Panwaslu terkait laporan Syamsuar Syam calon kepala daerah,”kata Ketua KPU Padang,M. Sawitri di Padang.

Ia menjelaskan,KPU siap untuk menghadapi persidangan hari ibi digelar Panwaslu Padang.

“KPU sudah mendapatkan surat untuk menghadiri sidang di Panwaslu,”ungkapany.

Ia menyatakan,Syamsuar Syam mendaftar melalui online. Namun bukti pendaftaran tidak ada.

Itupun termasuk dengan istrinya bernama Misliza calon wakil walikota Padang,”katanya.

Sedangkan pasangan Mahyeldi Ansyarullah-hendri Septa dan Emzalmi-Desri Ayunda berkas lhkpn di antar langsung ke KPK.

Jadi mereka telah mendapatkan bukti pendaftaran kekayaan di KPK sehingga bisa mendaftar dan diterim oleh KPU bahan ,”jelas M Sawitri.

Ia menjelaskan,Syamsuar syam form pengisian secara online salah sehinggs tidak bisa di proses.

“Dari form pengisian meminta data diisi harus benar ini belum diperbaiki oleh calon kepala daerah,”ungkapnya.

Ketika mendaftar ke KPU Syamsuar Syam mengakui sudah melaporkan harta kekayaan di KPK.w

“Tapi Belum ada tanda atau bukti Syamsuar syam sedang di proses di KPK,”katanya

Sebagaiman di ketahui setiap pasangan calon kepala daerah mendaftar wajib melaporkan harta kekayaan  di KPK. Syamsuar Syam dan Misliza karena tidak melengkapi persyaratan surat keterangan laporan harta kekayaan.

“Kami sudah menggugurkannya, karena surat yang dikeluarkan KPK tersebut merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi,”imbuh Sawatri.

Sebelumnya bapaslon Syamsuar Syam-Misliza gagal di tahap pendaftaran Cawako Padang. Mendaftar di jam-jam terakhir hari pendaftaran, Rabu (10/01/2018) malam, pasangan suami-istri tersebut dinyatakan gagal karena tidak dapat memperlihatkan bukti pemrosesan LHKPN ke komisioner KPU Padang.

Proses pendaftaran berlangsung alot karena adanya perbedaan penafsiran tentang bukti LHKPN dari KPK.

Pihak KPU menilai bakal pasangan calon wajib memperlihatkan surat proses LHKPN, sedangkan bakal pasangan calon beralasan bukti LHKPN mereka masih dalam proses karena pihak KPK masih meminta perbaikan laporan.

Setelah proses berlangsung selama lima jam, KPU akhirnya memutuskan bahwa pasangan tersebut tidak memenuhi syarat.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas