KPU Sumbar Siapkan Daftar Pemilih Tambahan

 

    Padang-today.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar saat ini menghimpun daftar pemilihemilih tambahan, agar masyarakat menggunakan hak pilih pada saat pencoblosan Pemilu 17 April 2019.

“Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) sudah ditetapkan beberapa waktu lalu, sekarang ini KPU Sumbar fokus pada pemilih tambahan dan daftar pemilih khusus,”kata Komisioner KPU Sumbar, Nova Indra di Padang.

   Ia menjelaskan, waktu penghimpunan data pemilih tersebut akan diselesaikan 1 bulan menjelang pencoblosan, yaitu (17/4) mendatang.

    “Sebenarnya aturannya bisa satu hari sebelum pencoblosan, namun karena takut nanti tergesa-gesa, jadi kita memilih 1 bulan sebelum pencobloaan daftar pemilih tambaham itu sudah selesai,” ulasnya.

    KPU Sumbar juga berencana mengadakan pertemuan dengan Gubernur Sumatera Barat, dan Forkopinda Sumatera Barat, berharap Gubernur bisa menfasilitasi KPU untuk bertemu dengan Bupati dan Walikota yang ada di Sumatera Barat jelang Pemilu April 2019.

    “Poin kita mengadakan pertemuan dengan Gubernur itu, yaitu agar difasilitasi bertemu dengan Bupati dan Walikota agar sosialisasi persiapan Pemilu dengan didukung oleh stekholder bisa berjalan dengan lancar,”pungkas Nova Indra.

    Ia juga meminta kepada instansi daerah mampu membantu fasilitas KPU hingga ke Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) setempat agar berjalan baik.

     “Kita juga harap Pemda dan Pemko bisa membantu dan failitasi untuk menunjuang di hari pemungutan suara sampai di KPPS setempat,” ujarnya.

    Terkait pemilih yang berada di Lapas, dikhawatirkan sebelum hari pencoblosan (17/4) sudah tidak berada di Lapas lagi, apakah pemilih tersebut masih terdaftar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebut, Nova Indra menyatakan, KPU menghimpun jumlah pemilih memilik hak suara di Lapas yang melewati masa tahanan sampai tanggal 17 April saja, sementara untuk tahanan yang sebelum tanggal 17 April tidak kita himpun.

Untuk pemilih lapas yang berada di Kota Padang, Ia mengatakan ada sekitar 1600 penghuni lapas.

“Saya kurang begitu ingat berapa jumlahnya, kisaran 1600lah penghuni lapas di Kota Padang,”jelas Nova Indra.

     Soal penghuni Lapas yang nanti akan menggunakan hak pilihnya untuk Pemilu 2019 menggunakan TPS yang menyatu dengan masyarakat sekitar apakah ada atau tidak, Nova Indra menjelaskan, ada, kemarin di Kota Payakumbuh TPSnya nyatu dengan masyarakat.

   Tetapi TPS tersebut tidak berada di luar lingkungan lapas, melainkan TPS tersebut berada di halaman lapas, dan waktu pencoblosan antara tahanan dengan masyarakat sekitar pun itu dibedakan, misalnya untuk tahanan pagi hari, dan untuk masyarakat di pagi menjelang siang,” jelasnya.

“Hal tersebut dilakukan agar pengamanan terhadap tahanan bisa di kontrol dengan baik,”ujarnya.(dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas