KPU Temukan 5 Ribu Lebih Dukungan Ganda Lewat Aplikasi Silon Pilkada 2015, Zulhimi Tetap Optimis, Meski Ada Warga yang Mengeluh

LOGO KPULimapuluh Kota, PADANGTODAY.com–Verifikasi dukungan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati jalur perseorangan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limapuluh Kota menemukan 5 ribu lebih dukungan ganda setelah diteliti lewat Aplikasi Silon Pilkada 2015. Sementara di masyarakat, ada warga kaget yang tiba-tiba sudah ada tanda tangannya di berkas verifikasi dukungan balon. Padahal sebelumnya mengaku tidak memberikan dukungan.

“Temuan KTP dengan nama dan nomor induk kependudukan (NIK) Ganda, alamat yang sama, tempat tanggal lahir dan pekerjaan yang sama,  serta adanya KTP Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah langsung kita coret. Jumlahnya ada sekitar 5 ribuan. Sebab ini sudah pasti tidak memenuhi syarat dukungan,”ungkap Ketua KPU Limapuluh Kota, Ismet Aljannata, Senin (28/6) sore kepada wartawan.

Jumlah awalnya yang diterima KPU sebanyak 50.845 itu sudah digugurkan atau dicoret sebanyak 5 ribu berkas administratifnya. Selanjutnya jumlah yang tersisa itulah yang diverifikasi faktual oleh PPS di tingkat Kecamatan hingga 6 Juli mendatang.

“Di sini nantinya akan diperiksa jika  ada KTP dari luar yang masuk, penduduk yang telah pindah domisi, meninggal sebagainya,” ucap Ismet.

Sebelumnya, Kandidat Balon Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota dari jalur perseorangan, Rifa Yendi-Zulhikmi, mengaku telah menyerahkan berkas dukungan ke KPU sebanyak 51.224 dukungan dengan sekitar 10 ribu dukungan cadangan untuk melengkapi jika ada kesalahan nantinya dalam verifikasi. Sementara, batas minimal sesuai aturan mainnya, dukungan hanya dibutuhkan sekitar 31.125 pendukung yang tersebar di 7 kecamatan.

“Jika nanti jumlah temuan tidak memenuhi syarat di bawah jumlah minimal, balon tidak harus melengkapinya lagi. Hanya saja jika perlu ditambah dukungannya jika berada di bawah jumlah minimal dukungan yang disyaratkan,” tambah Ismet.

Selain dukungan ganda, adanya warga yang identitasnya tiba-tiba sudah ada di berkas dukungan juga menjadi salah yang kerap ditemukan di masyarakat. Hanya saja kondisi demikian, menurut Ketua KPU Limapuluh Kota, Ismet Aljannta memang banyak terjadi.

Sebab  dalam aturan mainnya, tanda tangan dan dukungan pada berkas dukungan awal tidak ada dibubuhi tanda tangan pun tidak masalah. “Pada dukungan awalnya, tidak penting ada atau tidak tanda tangannya. Namun pada saat verifikasi faktual yang menentukan apakah yang bersangkutan mendukung atau tidak. Soal adanya tanda tangan yang dipalsukan, itu tentunya urusan lain,” ucap Ismet kepada Senin (29/6) kemarin.

Sebelumnya kondisi itu menjadi pertanyaan warga, karena tiba-tiba sudah ada KTP dan tanda tangannya dalam berkas dukungan. “Saya sebelumnya tidak tanda tangan, tapi kok sudah ada tanda tangan saya mendukung salah satu pasangan bakal calon bupati,” ungkap Emel Wardi, 29, salah seorang warga Kecamatan Luak saat ditemui Minggu (28/6) usai diverifikasi dukungannya.

Hal yang sama juga diungkapkan Lidia Inanda Putri. Menurut warga Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang itu, tidak pernah memberikan dukungan sebelumnya. Bahkan tanda tangan yang ada diberkas verifikasi itupun juga bukan tanda tangan miliknya.

“Tidak tahu, saya tidak memberikan dukungan sebelumnya untuk bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati,” terangnya ibu dua orang anak itu, singkat.

Melihat kondisi yang terjadi, Koordinator Forum Peduli Luak Limopuluah, Yudilfan Habib menilai kondisi penjaringan dukungan dengan cara seperti ini, tidak bisa diartikan berkas awal yang diserahkan adalah dukungan murni dari para pendukung. Namun hanya sebagai formalitas saja sebagai pelengkap pendaftaran.

“Banyak cara tentunya untuk bisa mendapatkan KTP, namun belum tentu orang itu akan mendukung. Dukungan itu yang penting dilakukan saat verifikasi fakual saja. Bisa ini diartikan dukungan dicari saat verfikasi,” singkat Yudilfan Habib melihat sedikit mekanisme aturan yang menurutnya longgar dan bisa diakal-akali.

Zulhikmi Optimis

Meski verifikasi administratif yang dilakukan KPU Limapuluh Kota menebas sebanyak 5 ribu KTP dukungan, namun, Bakal Calon Wakil Bupati dari jalur perseorangan Zulhikmi, mengaku optimis. Tetap optimisnya Zulhikmi ini diceritakannya, kepada Padang Today, sebab saat mengumpulkan dukungan KTP, sempat hilang sejumlah ribuan.

”Makanya, saat mengumpulkan kembali, ada kendala verifikasi kami. Kondisinya sedang deadline di hari terakhir pendaftaran dan pengumpulan dukungan. Makanya, mendengar ada yang salah atau KTP ganda, kami anggap itu lumrah saja,” aku Zulhikmi, bijaksana.

Zulhikmi Dt Rajo Suaro yang diperhitungkan dengan kekuatan dan pengaruh kepamongannya saat menjabat dan menjadi guru di Limapuluh Kota, jauh-jauh hari sudah melapor dan mengajukan pemberhentian selaku PNS kepada Bupati Alis Marajo. Informasi dari staf dekat Bupati, bahwa pengajuan pengunduran diri itu sudah disetujui dan ditandatangani Alis Marajo.

”Kita komitmen, tak mau ’main manang’. Makanya, saat melihat dukungan KTP membludak, saya langsung mengajukan diri untuk serius maju dan mengajukan surat permohonan berhenti sebagai PNS ke Bapak Bupati,” aku Zulhikmi.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*