KPU VERTUAL PARPOL,PANWASLU PERKETAT PENGAWASAN

Padang-today.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang melakukan verifikasi faktual (vertual) kepengurusan dan keanggotaan dua partai politik calon peserta pemilu 2019.

“Kedua parpol di Padang yakni Perindo dan PSI,”kata Divisi Hukum KPU Padang,Riki Eka Putra di Padang.

Ia menjelaskan,vartual ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 bahwa pada 15 Desember 2017 hingga 4 Januari 2018 KPU/KIP kabupaten/kota berkewajiban melaksanakan verifikasi faktual (vertual) kepengurusan dan keanggotaan.

Dalam melaksanakan tahapan tersebut, penyelenggara pemilu merujuk pada pengumuman KPU Republik Indonesia No 768/PL.01.1-PU/03/KPU/XII/2017 tentang hasil penelitian administrasi dan keabsahan dokumen partai politik calon peserta pemilu tahun 2019,”ungkapnya.

Secara nasional, lanjut Riki ditetapkan 12 partai politik memenuhi syarat.

“Dari 12 parpol tersebut, 2 di antaranya termasuk partai baru yakni PSI dan Perindo. Selanjutnya secara nasional juga, Partai Garuda dan Partai Berkarya dinyatakan tidak memenuhi syarat,”jelas Riki.

Ia menyatakan,vertual yang dilakukan yakni 10 persen dari data keanggotaan yang diserahkan oleh kedua parpol ke KPU Kota Padang.

“Untuk kedua parpol, ada 224 sampling yang akan kita vertualkan yang tersebar di 11 kecamatan se-Kota Padang,”katanya.

Untuk partai PSI sebanyak 94 orang atau 10 persen dari 949 anggota.

Sementara partai Perindo sebanyak 130 orang atau 10 persen dari 1380 anggota.

Sampling keanggotan partai PSI yang paling banyak terdapat di kecamatan Koto Tangah yakni sebanyak 24 orang, sementara yang paling sedikit ada di kecamatan Pauh yakni 3 orang.

“Sedangkan untuk partai Perindo, sampling keanggotaan yang paling banyak berada di kecamatan Lubuk Begalung, yakni sebanyak 24 orang, dan yang paling sedikit ada di kecamatan Padang Utara sebanyak 2 orang,”imbuh Riki.

Riki menambahkan,dalam melakukan vertual tersebut,KPU menurunkan 5 tim verifikator, dimana masing-masing tim terdiri dari 5 orang.

Adapun dokumen yang akan dibawa oleh tim verifikator nanti ketika melakukan vertual, yakni fotokopi KTPe/Suket dan KTA yang akan diverifikasi, fotokopi lampiran F2 SIPOL, Daftar Nama Sampling, Identitas Verifikator, Surat Tugas, dan Lampiran 4 Model BA.FK.KPU.KAB/KOTA-PARPOL.

“Tim verifikator kita akan menemui anggota kedua parpol tersebut dengan membawa copyan berkas keanggotaan. Ketika tim verifakor datang menemui anggota parpol, maka anggota parpol harus menunjukan kartu anggota (KTA) asli serta KTPe/Suket yang asli. Tim kita akan mengkonfirmasi kepada anggota partai, apa benar dia anggota partai tersebut atau tidak,”ujarnya.

Sementara itu Dori Putra Ketua Panwalu Padang menyatakan,pihaknya turun langsung ke lapangan untuk mengawasi verifikasi faktual parpol.

“Panwaslu akan memperketat pengawasan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dalam hal verifikasi faktual parpol,”katanya.

Ia menjelaskan, Panwaslu mempunyai kewajiban untuk mengawasi pelaksaan verifikasi faktual ini untuk memastikan pelaksanaanya apakah benar sesuai dengan UU Pemilu, PKPU No 11/2017 dan surat keputusan KPU Nomor 174 tentang pedoman pendaftaran, penelitian administrasi, verifikasi faktual dan pendaftaran parpol.

“Untuk saat ini, pengawasan tersebut masih dilakukan oleh Panwaslu dan Panwascam, serta Panitia Pengawas Lapangan (PPL),”ujarnya.

Paling penting diketahui oleh partai adalah anggotanya harus memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) asli. Jika tidak maka akan langsung dinyatakan tidak memenuhi syarat sesuai surat keputusan KPU RI No 174.

“Jika dapat menunjukkan KTA,  baru ditanyakan pertanyaan berikut sebenarnya yang bersangkutan anggota partai apa,”tegasnya(*)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas