KPUD Padang Pariaman Lakukan PSU

Padang-today.com__Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Pariaman, Sumbar akan melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 22 Nagari Kuraitaji, Kecamatan Nan Sabaris. Berdasarkan dari hasil Keputusan KPUD setempat bernomor 37/PL.01.4-Kpt/1305/KPU-Kab/IV/2019 Pemungutan Suara Ulang (PSU) di gelar di TPS tersebut.

Pada hari ini, Senin 22-04-2019 pihak KPUD Padang Pariaman bersama stack holder yakni, bupati, kajari, dandim dan polres serta ketua partai politik pada tim pasangan calon Capres 01 dan 02 di daerah setempat menggelar Rapat koodinasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Lantai Dua Gedung Dinas Kesehatan Padang Pariaman.

Inilah akibatnya petugas KPPS tidak mengerti aturan pemungutan suara untuk pemilihan yang tercatat di Daftar Pemilihan Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilihan Khusus. Sehingga pihak KPUD di daerah itu akan melakukan PSU pada Sabtu tanggal 27 April 2019 di TPS 22 Kurai Taji.

“ Tadi siang sudah dilakukan rapat koordinasi dengan KPUD beserta stack holder yang ada di daerah setempat dipastikan akan dilaksanakan pada tanggal 27 April 2019. Tapi persiapannya dimulai dari tanggal 23,” ujar Ketua Bawasalu Pemilu 2019 Padang Pariaman, Anton Ishaq ketika dikonfirmasi, Senin 22-04-2019.

Katanya, Tempat Pemungutan Suara (TPS) 22 di Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris tersebut direkomendasikan untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang. Semuanya ini disebabkan, pihaknya telah menerima laporan pelanggaran Pemilu 2019 di TPS tersebut.

“ Ada beberapa pemilih yang tidak berdomisili di wilayah tersebut atau tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap dan tambahan, melakukan pencoblosan di TPS 22 itu,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya merekomendasaikan untuk dilakukan PSU. Lataran, hasil rekapitulasi suara tersebut dianggap tidak sah. “ Hanya satu TPS di daerah ini yang dilakukan PSU ,” ujarnya.

Sementara anggota KPUD Padang Pariaman Ori Sativa kepada wartawan mengatakan, berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kecamatan di daerah itu, dipandang perlu dilakukan PSU untuk pemilihan presiden (pilpres).

“ Dengan rekomendasi tersebut, maka KPU akan melangsungkan PSU di TPS tersebut,” ujarnya.

Ia berharap semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan PSU tersebut dapat melaksanakannya sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan oleh peraturan KPU.

Panwasalu Kecamatan Nan Sabaris, kata dia, melalui suratnya bernomor 005/K.BAWASLU-PROV-SB-05.01/PM.00.02 tertanggal 21 April 2019 perihal rekomendasi yang ditujukan kepada PPK di daerah itu mneyebutkan, hasil klarifikasi terhadap data yang diperoleh di lapangan, ada pemilih yang tidak berhak memilih di TPS 22 tersebut.

“ Berdasarkan bukti dan hasil pleno kami (panwaslu) di tingkat kecamatan, maka kami merekomendasikan untuk melakukan PSU terhadap Pemilihan Umum Presiden dn Wakil Presiden 2019,” ujarnya.

Rekomendasi yang dilahirkan oleh Panwaslu di daerah itu terdapat 6 daftar pemilih yang tidak berhak memilih. Masing-masing nama tersebut, Frengki Ali, Suharniwita, Nopen Haryanto, Rahmat Renaldi, Zainal Abidin dan Eka Suhendra. Keenamnya beralamat di Profinsi Jambi. (Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas