KSAL RI, Musuh Indonesia Saat ini Tidak Kelihatan

Kepala Staf TNI ALRI Resmikan Monumen Perjuangan di Pantai Gandoriah Kota Pariman

Padang-today.com__Musuh Indonesia saat ini tidak keihatan. Namun musuh utama negara saat ini adalah persoalan sosial yaitu 5 K ( kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, kekumuhan dan kerawanan persoalan sosial) Hal ini disampaikan Kepala staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi pada saat meresmikan Monumen Angkatan Laut RI di Pantai Gandoriah Pariaman, Rabu 08-03-2017.

“Keberadaan laut di Kota Pariaman harus dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang ekonomi. Seperti pembangunan pelabuhan, dermaga dan objek wisata, di sepanjang pantai yang dapat menunjang pariwisata,” ungkapnya.

Menurutnya, peresmian Monumen Angkatan Laut di Pantai Gandoriah Pariaman, untuk mengingat sejarah Angkatan Laut di Pariaman pada akhir tahun 1948 lalu.

“Tahun tersebut merupakan saat-saat menjelang pengakuan Belanda terhadap kedaulatan Indonesia dan saat itu Belanda masih menjalankan Agresi Militer II di Sumbar. Pada saat itu para pemuda dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Laut berupaya mempertahankan Kota Pariaman agar tidak jatuh ke tangan Belanda,” kata Laksama Ade Supandi.

Saat itu, sebut Ade Supandi, perjuangan bangsa pada masa-masa kemerdekaan belum memiliki persenjataan seperti sekarang sehingga saat itu TKR Laut berperang lebih banyak di darat. Sementara Belanda sudah menggunakan kapal-kapal yang bisa menyerang TKR Laut dari laut ke darat sehingga menghancurkan fasilitas yang ada di daratan Pariaman.

Dia berharap, monumen tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan Pemerintah Kota Pariaman serta prajurit AL. Monumen ini dapat dimanfaatkan di sektor pariwisata dan edukasi guna mengingat perjuangan kemerdekaan sehingga timbul rasa untuk membangun dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari masyarakat.

Ia melanjutkan, peresmian monumen ALRI merupakan permintaan dari Pemko. Pariaman mengingat kota ini merupakan salah satu tonggak sejarah perjuanagan TNI Angkatan laut di Indonesia pada masa Agresi militer belanda ke-2 tahun 1948.

“Monumen ini merupakan peringatan sejarah 68 tahun yang lalu , dimana di akhir tahun 1948 menjelang pengakuan belanda atas kemerdekaan RI, ketika itu masih adanya agresi militer di wilayah Sumatera Barat ini. Maka ketika itu para pemuda dan pejuang serta BKL saat itu berusaha mati-matian untuk mempertahankan Pariaman agar tidak jatuh ketangan belanda,” katanya.

Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman menyebutkan, kedatangan Laksamana TNI Ade Supandi sudah lama diimpikan masyarakat Pariaman untuk dapat meresmikan Monumen AL.” Jadi monumen ini juga merupakan tuntutan dari masyarakat dan para veteran perang,” katanya.

Mukhlis mengatakan, monumen Angkatan Laut tersebut dibangun dengan mengunakan APBD 2016 sekitar Rp500 juta dan desainnya dikoordinasikan dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II Padang dan disetujui oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi.”Monumen tersebut dilengkapi dengan tank dan meriam yang berada di sisi kanan dan kiri monumen,” tandasnya.

Peresmian monumen ALRI Kota Pariaman dihadiri langsung oleh Jenderal bintang 4 Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Ade Supandi, Wagub Sumbar Nasrul Abit Sekaligus Walikota Pariaman Mukhlis Rahman beberapa perangkatnya. (sg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas