Kunto: Olahraga Orienteering Perlu Digalakkan Di Sumbar

Padang-today.com – Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P Ketua Umum Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Pusat mengadakan pelatihan olahraga Orienteering Mapper Sumatera Barat guna mencari bibit atlit Orienteering.

Orienteering adalah olahraga yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan navigasi menggunakan peta dan kompas untuk menyelesaikan suatu lintasan dari titik kontrol satu ke titik kontrol lain dalam waktu sesingkat mungkin.

Pelatihan ini langsung diberikan Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo Ketua FONI Pusat juga Dandrem 032/Wirabraja Sumbar di Mako Yonif 133/Yudha Sakti Padang.

Melihat perkembangan yang ada saat ini, selaku ketua  Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI), Danrem merasa optimis bahwa olahraga orienteering ini akan semakin berkembang di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

   Kunto Arief Wibowo mengatakan olahraga Orienteering ini perlu digalakkan di tanah air, termasuk di Sumbar. Salah satunya dengan upaya sosialisasi dan promosi yang terus menerus dilakukan. Hal ini sekaligus untuk menjaring bibit-bibit atlet unggulan, untuk berkompetisi dikancah nasional dan internasional.

    “Selain mencari bibit unggul yang ada di Sumbar. Olahraga ini sangat cocok dengan topografi Sumbar, disamping untuk perkembangan pariwisata alam,” jelasnya.

   Dalam melanjutkan sosialisasi olahraga Orienteering, FONI Sumbar merasa perlu menyelenggarakan Pelatihan orienteering Mapper. “Karena Peta dalam olahraga ini sangat dominan dan penting untuk mengetahui poin poin atau sasaran selama mulai dari titik start sampai ke finish,”pungkas Kunto Arief Wibowo.

    Sementara itu, Kabid Organisasi FONI Sumbar Dani Mapastra juga menyatakan hal yang sama disela sela kegiatan pelatihan tersebut.

     “Dengan terlaksananya pelatihan ini diharapkan FONI Sumbar dapat membuat Peta orienteering untuk mendukung operasional dalam pelaksanaan latihan maupun untuk even perlombaan baik skala lokal, nasional maupun internasional”, tegasnya.

   Kelebihan Sumatera Barat dalam olahraga Orienteering tambah Dani Mapastra, ini salah satunya adalah bahwa Provinsi Sumatera Barat memiliki alam yang variatif mulai dari pulau, pegunungan, perkotaan pantai sungai dan lain lain yang memiliki daya tarik untuk digunakan sebagai tempat olahraga Orienteering.

     Pelatihan Orienteering Mapping ini seperti yang telah direncanakan akan dilaksanakan selama 11 hari, mulai dari tanggal 21 – 31 Agustus yang menggunakan alam terbuka sebagai tempat latihan.

    Oki Arya Adinata selaku Ketua FONI Sumbar menyampaikan harapannya agar dengan adanya kegiatan ini olahraga Orienteering di Sumatera Barat bisa berkembang dan semakin dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat.

   “Saat ini antusias untuk cabang olahraga  Orienteering sangat banyak. Sekarang sudah ada 29 orang Pengurus yang terdiri dari 19 Pengcab di kota kabupaten yang ada di Sumbar seperti, Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Pasaman, Agam Solok, mungkin kedepannya lebih banyak lagi. Selain olahraga juga ada nilai pariwisata didalamnya serta kita bisa melihat bagaimana keadaan alam jika objek kita di hutan“, jelas Oki.

    Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan sosialisasi dan pengenalan olahraga Orientering diawali dengan sosialisasi ke kampus kampus yang memiliki unit kegiatan Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam), selain sosialisasi kepada mahasiswa juga dilaksanakan sosialisasi kepada para pelajar baik SLTA dan SLTP.

    Diharapakan melalui sosialisasi tersebut masyarakat memiliki pemahaman yang luas tentang olahraga Orienteering dan nantinya di masa yang akan datang diharapkan dapat melahirkan bibit bibit calon atlit Orienteering Sumatera Barat.(*rel/dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas