Kurai Taji, Masjid Sejarah Muhammadiyah

Padang-today.com___Pasar Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan ini terdapat sebuah Massjid yang dibangun pada tahun 1928 oleh Muhammadiyah.

Masjid yang berwarna hijau ini, merupakan tempat pertama kali Masjid Muhammadiyah didirikan di Sumatera Barat.

Kurai Taji dahulunya merupakan pusat perdagangan yang penting di Padang Pariaman bagian tengah, yaitu sejak pemerintah Belanda membangun rel kereta api dari teluk Bayur Padang ke Naras Pariaman.

Stasiun Kurai Taji merupakan pusat perdagangan kopra, yaitu hasil bumi utama yang dihasilkan dari Padang Pariaman, dan lebih kurang 150 meter dari stasiun.

Pemerintah Hindia Belanda juga membangun pabrik minyak kelapa. Hingga saat ini, kawasan ini dikenal dengan Kampung Pabrik, miskipun pabriknya sudah tidak ada.

Kuraitaji juga sebagai pusat Muhammadiyah untuk Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, karena disinilah didirikan Cabang Muhammadiyah untuk dua Kabupaten/Kota tersebut pada tahun 1928.

Selain itu, Majid ini dikenal juga Surau Dagang. Sebab, Masjid ini dekat dengan pasar dan menjadi tempat salat para pedagang.

Masjid ini dinamakan Masjid sejarah Muhammadiyah, karena dulunya berdirinya sebuah Masjid Muhammadiyah ini ditentang oleh masyarakat setempat.

Kemudian, dengan kegigihan para tokoh Muhammadiyah yang memberikan dakwahnya, sehingga masyarakat didaerah itu dapat memahami dan mengerti kehadiran Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat di daerah itu.

Masjid ini memilki dua lantai dengan luas bangunan 900 meter persegi. Miskipun telah mengalami perubahan bentuk terlihat pada dindingnya.

Kendati pun demikian, atap Masjid ini masih mencirikan bangunan Masjid khas Minangkabau yang tidak memiliki kubah dan bertumpak tiga.

Tepatnya pada hari ini, Jumat 10 Mei 2019 Umat Islam di seluruh Dunia melaksanakan salat jumat dan telah menjalani ibadah puasa bulan Ramadan ini memasuki hari ke-5.

Setiap menjelang shalat jumat di masjid ini telah berkumpul para kaum laki-laki untuk menunaikan shalat jumat.

Tak heran, di Masjid ini khatib memberikan tausyiah (ceramah) ketika azan sudah dikumandangan kan.

Setiap menjelang jadwal buka puasa atau kumandang bedug adzan magrib, masyarakat setempat memanfaatkanya untuk memburu pasar pabukoan atau Ta’jil yang di tata rapi dekat tugu perjuanagan psar Kurai Taji oleh pihak Pemerintah Kota Pariaman.

Lapak Ta’jil yang disajikan oleh pasar Kurai Taji cukup terkenal dengan makanan dan minuman khas yang dapat digunakan sebagai menu buka puasa.

Beberapa khas masakan itu antara lain, Rendang Daging, Rendang Lokan, Dendeng Balado, Dendeng Batakok, Gulai Tunjang, Gulai Paku, Gulai Toco, Gulai Itiak, Gulai Kapalo Ikan Kakap, juga Sala Lauk Ikan Asin, Sala Lauak dan Cumi.

Selain itu, Kolak Pisang, Cendol Tape, Kolang Kaliang, Es Tebak, Es Campur, Sop Buah, dan aneka jus lainya. (Dari beberapa Sumber/Syafrial Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas