Labai Dinagari Gelar Yang Lahir Dari Ide Syekh Burhanuddin

Padang-today.com___Labai adalah suluh bendang dalam nagari, gelar labai ini hanya ada di Minang Kabau dan sangat erat dengan adat yang ada di daerah itu. Secara struktural di Masayarakat Korong Kampuang Piliang, Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Padang Pariaman, Sumbar, gelar labai di berika kepada seseorang untuk mengurus masalah-masalah ke agamaan di daerah itu.

“ Gelar Labai adalah salah satu gelar yag telah diadopsi dari ide Syekh Burhanuddin dalam pemantapan pengembangan agama islam pada saat itu,” kata salah Tokoh Masyarakat perantauan Jakarta, Datuak Rangkayo yang sengaja pulang kampung untuk menyaksikan pengangkatan gelar labai di daerah itu, Rabu 27-02-2019.

Menurutnya, labai perangkat keagamaan yang dinobatkan Syekh Burhanuddin sebagai salah satu strategi perjuangannya dalam ilmu agama. Labai-labai baik yang diangkat oleh nagari sebagai pemimpin surau.

Maupun yang dinobatkan oleh penghulu sebagai perpanjangan tangannya memiliki fungsi-fungsi sama. Antara lain, menjadi manager dan penentu kebijakan pada suraunya, sekaligus berusaha menghidupkan suraunya itu.

Menurut struktur sosial adat dalam nagari, bahwa setiap penghulu pucuk memiliki seorang labai, tetapi tidak semua penghulu bawahanya yang mempunyai gelar seperti ini.

Secara tradisi, ketentuan kepemilikan gelar labai telah diwariskan turun temurun menuruik paruik (keturunan setali sedarah) tertentu. Gelar ini tidak bisa dipindah tangankan pengangkatan kepada paruik lain dalam suku yang sama.

“pengankatan labai telah diatur sesuai dengan ketentutan adat dinagari menurut pertimbangan alur dan patut dan mungkin secara adat,” terang dia.

Penghulu Suku Piliang, Syambasri Datuak Marajo mengatakan, Masyarakat Korong Kampuang Piliang Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman mengatakan. pengangkatan Labai guna untuk mempertahankan perangkat adat kebudayaan setempat di bidang agama yang sudah 43 tahun tidak pernah dilakukan pengangkatan dengan perayaan.

Labai merupakan bagian dari perangkat adat di bidang agama yang dibutuhkan masyarakat. Labai merupakan salah satu dari perangkat nagari lainnya dalam adat yang memiliki tugas mengatur kegiatan yang berhubungan dengan masjid dan kegiatan keagamaan.

Dengan fungsi tersebut maka kehadiran labai Nahari (70) yang baru diangkat sebagai labai di nagari sangat diperlukan masyarakat agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Namun selama 43 tahun Labai di daerah itu tidak diangkat seperti kegiatan seperti saat ini karena hanya digantikan oleh orang yang bersifat pelaksana tugas (Plt).

Orang yang diangkat menjadi labai tersebut berasal dari kaumnya dan mengerti tentang agama. Labai terbagi menjadi dua yaitu labai nagari dan labai korong yang mana memiliki kewengangan yang berbeda.

Fungsi Labai nagari yaitu mengurus kegiatan di masjid nagari sedangkan labai korong bertugas untuk mengurus kegiatan kematian dan kegiatan keagamaan di masyarakat. “Keduanya sama labai namun sudah mempunyai fungsi masing-masing yang berbeda,” jelasnya.

Datuak Marajo menambahkan, selain Labai ada empat perangkat adat di bidang agama lainnya pada kebudayaan setempat yaitu hakim, imam, khatib, dan bilal yang memiliki fungsi dan tugas masing-masing juga.

Ia menjelaskan hakim bertugas mengesahkan suatu keputusan, imam merupakan pimpinan ulama, khatib membaca khutbah, dan bilal azan dan mengurus mayat.

Pada pengangkatan Labai tersebut juga dijadikan momen untuk bersilaturahim dengan sanak famili karena perantau pulang kampung untuk menyaksikan kegiatan sudah lama tidak dilaksanakan itu. “Usai pengakatan Labai, warga setempat melanjutkan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” tutupnya.

Sementara, Nahari (70) yang baru diangkat sebagai labai itu mengatakan, dipercayai ia oleh sanak dan kaum mereka adalah suatu amanah yang diemban dan dipertanggung jawabkan nanti. Selain untuk mengurus keagamaan, segal sesuatu yang berkaitan dengan agama agar dapat berjalan dengan baik di daerah itu.

“Trimkasih atas kepercayaan sanak kemanakan dan seluruh dunsanak kasdolahe yang telah mempercayai saya sebagai labai di korong ini,” kata dia.

Dengan hadirnya labai itu agar dapat meningkatkan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan di daerah tersebut. “ Hadirnya labai di korong ini agar kegiatan di masjid dapat terprogram dengan maksimal, sehingga fungsi masjid dapat bertumbuh kembang di nagari ini,” kata dia. (Syafrial Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas