Lapak Relokasi Sementara, Banyak Di Tinggalkan Pedagang

Alminah pedagang sayur dan kondisi lapak yang banyak ditinggalkan pedagang.

Alminah pedagang sayur dan kondisi lapak yang banyak ditinggalkan pedagang.

Advertisements

Batusangkar, PADANGTODAY.com-Dari pantauan Padangtoday.com, Rabu (01/10), lokasi penampungan sementara yang disediakan oleh dinas pasar Tanah Datar, terlihat sepi, baik dari pengunjung yang datang maupun pedagang yang telah di relokasi untuk jangka waktu 3 bulan ini, sampai proyek rehabilitasi pasar pedesaan di daerah pasar bawah Batusangkar selesai. Terlihat banyak lapak-lapak yang kosong tidak di tempati oleh pedagang yang dipindahkan lapaknya kedaerah pasar atas, di seputaran mesjid ikhsan batusangkar.

Alminah (72) salah seorang pedagang sayur yang saat ini masih bertahan berjualan di pasar atas, di tempat penampungan sementara para pedagang yang di relokasi, mengeluhkan omzet transaksi jual beli selama dia berjualan di tempat sementara ini, “penurunan omzet sangat jauh di sini nak, biasanya kalau di tempat dulu (pasar bawah yang di renovasi) jual beli bisa mencapai kisaran 200.000,-, tapi di sini satu hari paling banyak hanya sampai 50.000,- sehari. Pada hari balai (setiap kamis) penjualan pun tetap seperti itu, makanya banyak para pedagang yang enggan menempati tempat relokasi sementara mereka. Apa lah daya nak, untuk blok B lokasi sementara ini, kami yang seharusnya berjumlah puluhan pedagang sekarang hanya tinggal 6-10 pedagang yang tetap bertahan berjualan di sini, pedagang yang lain banyak yang pindah lagi ke pasar bawah dan ada juga yang berjualan di pasar lain di daerah Tanah Datar, ada yang berjualan di sudut2 pasar bawah atau mencari tempat sendiri-sendiri di daerah kampung suduik pasar bawah. Omset yang sekarang amak (ibu) dapatkan tidak mencukupi kebutuhan untuk memberi makan 2 anak dan 3 cucu yang tinggal bersama amak, keadaannya seperti ini mungkin harus amak tanggung selama 3 bulan, mau mencari tempat berjualan di daerah pasar bawah, tapi amak takut nanti di usir pedagang2 lain yang tidak suka kalau anak berjualan di sudut lapak mereka.”ujar alminah sedih.

Beberapa pedagang juga mengeluhkan jual beli mereka, Roni (36) pedagang ayam yang berjualan di blok c penampungan sementara yang biasanya omzetnya mencapai kurang lebih 3 juta satu hari, selama di penampungan ini omsetnya hanya setengah dari yang tempat sebelumnya, “memang semenjak relokasi ini disediakan (13/09) lalu, para pedagang pasar bawah berjualan di tempat ini, namun beberapa hari setelah itu banyak pedagang yang pindah mencari tempat2 di daerah pasar bawah kampung suduik, karena jual beli dipasar atas ini sangat turun drastis, ujarnya.

salah seorang pedagang yang enggan di sebutkan namanya, menyatakan, agar dinas pasar memindahkan kembali seluruh pedagang yang seharusnya berjualan dilokasi penampungan ini, karena jika tempat relokasi ini penuh pedagangnya, mungkin masyarakat akan berbelanja ke daerah pasar atas ini, namun karena banyak pedagang dari 157 yang direlokasi mencari tempat sendiri2 dipasar bawah, jadinya kami yang di sini kurang di lirik oleh masyarakat yang akan berbelanja.

Dihubungi PADANGTODAY.com kadis koperindagpastam Tanah Datar, Rabu (01/10), sedang tidak berada di kantornya, melalui
Sekretaris Dinas Koperindagpastam (Koperasi, perindustrian, perdagangan, Pasar dan Pertambangan) Kabupaten Tanahdatar Syafril ABD, mengatakan sebenarnya himbauan kepada pedagang yang seharusnya berjualan di lokasi penampungan sementara untuk kembali ke pasar atas telah kami lakukan beberapa kali, bahkan pendekatan persuasif pun telah kita lakukan bersama satpol PP, tujuannya jika lokasi penampungan sementara penuh oleh pedagang, seperti kondisi sebelumnya dimana mereka berjualan mungkin masyarakat akan ramai datang bertransaksi dilokasi pasar atas, namun para pedagang yang pindah menyatakan enggan berjualan di lokasi penampungan sementara, di sebabkan penurunan omzet mereka, yah kami pihak dinas pasar pun tidak bisa memaksa mereka kembali kepasar atas, karena tempat berjualan sementara mereka di sekitar “suduik-suduik” pasar bawah tidak menjadi masalah yang berarti bagi pedagang lain di sana.

Solusi sekarang yang sedang kita lakukan adalah himbauan kepada kontraktor untuk dapat mengebut pengerjaan rehab pasar ini, tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan, agar situasi para pedagang yang lapak mereka di renovasi dapat kembali stabil, dan pembeli akan banyak yang datang ke pasar tradisional pasar bawah karena nanti tempat berbelanja dan berjualan pasar syarikat Batusangkar akan terasa lebih nyaman, indah dan bersih dari pada yang sebelumnya, “lanjut syafril. (romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*