LazisMu Sebar Dana Umat, Tuai Berkah 152 Mahasiswa

LazisMu Sebar Dana Umat, Tuai Berkah 152 Mahasiswa. Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, H Suparman SPd mengharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan dana pendidikan ini dengan optimal, kalau bisa menghasilkan.

LazisMu Sebar Dana Umat, Tuai Berkah 152 Mahasiswa. Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, H Suparman SPd mengharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan dana pendidikan ini dengan optimal, kalau bisa menghasilkan.

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) kembali menyalurkan dana umat pada 152 mahasiswa di Kota Payakumbuh. Para mahasiswa ini tengah menjalankan pendidikan di beberapa kampus di Indonesia. Penyerahan dana pendidikan senilai Rp1.000.000 per mahasiswa ini dilaksanakan di Gedung Gambir samping Bank BRI, Pusat Kota Payakumbuh, Sabtu (20/01/2018).

Hadir Ketua DPW Muhammadiyah Sumatera Barat Dr H Sofwan Karim El Husein MA, Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Suparman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, AH Agustion, Kasi Bimas Islam Kankemenag Endra Rinaldi, Ketua Muhammadiyah Kota Payakumbuh Elza Amri, Ketua LazisMu Ashril Samsu bersama pengurus. Selain itu, penyerahan dana pendidikan ini juga dihadiri orangtua mahasiswa.

Jelang penyerahan dana pendidikan, Ketua LazisMu Ashril Samsu memaparkan bahwa Muhammadiyah bermoto “Sedikit Bicara Banyak Kerja.”

LazisMu Sebar Dana Umat, Tuai Berkah 152 Mahasiswa

LazisMu Sebar Dana Umat, Tuai Berkah 152 Mahasiswa

“Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang mengedepankan amar makruf nahi munkar yang tidak radikal dan tidak liberal. Muhammadiyah bersifat sosial keagamaan, seluruh kegiatan Muhammadiyah bersifat dakwah dalam arti luas untuk memurnikan ajaran Islam sesuai Al Quran dan Hadits. Dalam pergerakannya, Muhammadiyah berupaya memajukan dan merubah Konsep hidup umat melalui Gerakan Islam modern, Gerakan Dakwah dan Gerakan Tajdid (gerakan pembaruan Islam agar terlepas dari bidah, takhayul dan khurafat),” papar Ashril Samsu.

Ketua Muhammadiyah Kota Payakumbuh, Elza Amri menyebutkan dana LazisMu setiap tahunnya telah disalurkan dengan mengoptimalkan penerima yang sudah kita data sejak SD hingga Perguruan Tinggi. Ada juga yang disisip.

“Kita berupaya membantu kesejahteraan umat dan mengurangi dan mengentaskan kemiskinan dengan program di bidang bantuan pendidikan Sekolah Dasar hingga PT. Di bidang ekonomi kita serahkan bantuan becak, mesin jahit, gerobak usaha atau sesuai yang dibutuhkan Mustahik. Di bidang kesehatan kita berikan bantuan berobat. Tahun 2017, terkumpul dana sekitar Rp 369 juta dan telah dibagikan kepada 477 mustahik senilai 390 juta. Dan hari ini 152 mahasiswa senilai 1 juta. Alhamdulillah, sebanyak 238 orang mahasiswa penerima LazisMu telah raih gelar sarjana dan bekerja dan bahkan sudah ada yang menyalurkan zakatnya pada LazisMu,” papar Elza Amri lengkap.

Kepala Kankemenag diwakili Kasi Bimas Islam Endra Rinaldi menyebutkan bahwa potensi zakat sangat besar. Namun kesadaran masih kurang. Kita sangat apresiasi dengan LazisMu yang mampu menampung dan menyalurkan dana pendidikan tiap tahunnya.

Kadikbud Gembira

“Kita sangat apresiasi Muhammadiyah melalui LazisMu telah mendukung program Pemko Payakumbuh di bidang pemberian bantuan beasiswa pendidikan. Meringankan beban pembiayaan pendidikan yang biasanya ditanggung ortu. Kepada penerima beasiswa rajinlah bersyukur diwujudkan dengan rajin belajar. Pada bahu Anda tertumpang harapan dan amanah,” ungkap Agustion kepada para mahasiswa penerima beasiswa.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, H Suparman SPd mengharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan dana pendidikan ini dengan optimal, kalau bisa menghasilkan.

“Mari mahasiswa lahirkan inovasi dan lahirkan pola pikir lebih maju dan kreatif, bangun jiwa pengusaha sejak masa kuliah ini. Jadikan momen hari ini sebagai pancingan untuk melangkah lebih maju, sehingga mustahik hari ini muzaki hari esok,” H Suparman penuh yakin.

Dalam nasehatnya, Ketua Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat, Sofwan Karim yang juga dosen pesankan, bahwa sebagai generasi layar sentuh terjadi penurunan rasa kepedulian kepada sesama termasuk diri pribadi.

Iman dan ilmu harus setara. Agama telah mengajarkan kita berinfaq bisa ketika sempit, maknanya sangat luas. Allahlah yang akan membalasnya. Kita mesti yakin akan perintah Allah ini.

“Bantuan 1 juta secara lahiriah adalah konsumtif sedangkan secara batiniah adalah investasi. Untuk jadi muzaki jangan tunggu kaya, cukup makan sebulan, bisa sekolahkan anak, bisa bangun rumah, sudah bisa berzakat sementara. Kalau pun tidak zakat bisa disebut sedekah dan infaq,” pesan Sofwan Karim.

Lanjutnya, Man jadda wa jada, siapa yang mau berjuang, berjuanglah di jalan Allah. Siapa yang sedikit jujurnya, sedikit temannya. Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji.

Penyerahan bantuan dana pendidikan dari LazisMu diserahkan oleh Ketua DPW Muhammadiyah yang dilanjutkan dengan tamu undangan dan pengurus Muhammadiyah Kota Payakumbuh kepada 4 orang perwakilan mahasiswa.

Penerima bantuan pendidikan, Robi (20) yang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat asal Koto Alam Kecamatan Pangkalan Koto Baru mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya.

“Sejak SD saya sudah menikmati bantuan pendidikan dari LazisMu, hingga kini. Saya seorang anak yatim dan saat ini kuliah di UMSB Fakultas Hukum semester II. Saya sangat terbantu dalam membayar uang kuliah. Ibu saya bertani, baru mampu kirim sambal, beras dan sedikit belanja. Terima kasih LazisMu. Barakallahu,” ungkap Robi bahagia.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas