Legislator : Pembuatan Palang Kereta Api Terhalang Aturan

Photo Ilustrasi Perlintasan Kereta Api

Kota Pariaman, Sumbar, 18/10, Padang-today.com__Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman Sumatera Barat menyatakan rencana pemerintah daerah membuat palang pada perlintasan sebidang kereta api masih terbentur dengan aturan Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI).

“Pemerintah sudah sampai pada tahap penyampaian usulan pembuatan palang pintu namun belum ada kepastian kedua belah pihak terkait persoalan ini,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman, Syafinal Akbar, di Pariaman, Rabu, 18-10-2017, terkait peristiwa tabrakan kereta api Sibinuang dengan minibus di daerah itu.

Ia menilai benturan aturan tersebut terletak pada lokasi tanah milik PT KAI, sehingga perlu pembahasan mendalam kedua belah pihak untuk membuat palang pintu pada perlintasan sebidang.

Oleh karena itu kata dia, pemerintah daerah belum bisa membangun palang perlintasan sebidang karena masih bersifat aset dari PT KAI.

“Sebenarnya bisa dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) namun karena terhalang aturan tadi,” kata dia.

Ia mengaakan, Benturan pada aturan tersebut, dapat terselesaikan apabila sudah ada kepastian soal aset ke pemerintah daerah sehingga bisa dibangun palang pintu perlintasan sebidang.

Namun kata dia, pemerintah daerah juga sudah ada menyiapkan beberapa personel dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pariaman untuk bersiaga di lokasi perlintasan sebidang.

“Petugas sudah ada disiagakan namun kami tidak tahu persis apakah mereka selalu berjaga di setiap perlintasan sebidang,” ujar politisi partai NasDem tersebut.

Sebelumnya sekitar pukul 10.30 WIB kereta api Sibinuang dari arah Kota Padang menuju Kota Pariaman menabrak sebuah minibus dengan nomor polisi BA 1098 WN di perlintasan sebidang tanpa pintu di Desa Kampung Baru Kecamatan Pariaman Tengah.

Warman (34) salah seorang masyarakat Desa Kampuang Baru Kecamatan Pariaman Tengah, mengatakan kejadian nahas tersebut mengakibatkan Kasman (55) warga sekitar mengalami luka pada bagian kepala dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Mobil minibus tersebut dikemudikan oleh Kasman warga sekitar yang hendak menuju arah Utara dari Selatan,” kata dia.

Riko (35) warga lainnya mengatakan meminta kepada pihak kereta api agar menurunkan kecepatan saat melintasi pemukiman masyarakat untuk menghindari kecelakaan fatal.

Selain itu kata dia, pihak kereta api juga diminta terus membunyikan klakson saat melintas terutama di sekitar pemukiman masyarakat.(tim)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*