Lima Remaja Terjaring Ngelem di Bekas Sekolah MIN

Lima Remaja ssat Di Introgasi Sat Pol PP.

Lima Remaja ssat Di Introgasi Sat Pol PP.

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Sedang asyik menunggu teman untuk melaksanakan pesta ngelem, lima orang remaja berusia belasan tahun diamankan Satpol PP Kota Padangpanjang, di bekas sekolah Min Adam BB Kelurahan Balai-Balai Kecamatan Padangpanjang Barat, Jum’at sore kemarin sekitar pukul 16.05 WIB.

Meskipun yang berhasil diamankan hanya lima orang remaja, sementara dua orang lainnya berhasil kabur. Dari lokasi, juga berhasil diamankan belasan kaleng lem cap Banteng yang sudah digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Kelima remaja yang berhasil diamankan tersebut, masing-masing berinisial “Rk” (16) dan “MI” (14), warga Kelurahan Pasar Usang, “SA” (15), “MF” (13) dan “Rd” (14), ketiganya merupakan warga Kelurahan Pasar Baru. Sementara, dua orang yang melarikan diri tersebut sudah diketahui datanya dan akan dipanggil pihak keluarganya.

Kepala Satpol PP Kota Padangpanjang Arkes Refagus melalui Kasi Operasi Kasimin menyebutkan, penangkapan remaja yang sedang ngelem tersebut berawal dari informasi masyarakat yang sudah resah dengan aksi remaja belasan tahun di lokasi bekas sekolah itu.

“Kelima remaja itu sudah kami amankan di Kantor Satpol PP, diantara mereka ada yang masih bersekolah dan ada yang tidak sekolah lagi,” kata Kasimin.

Untuk pembinaan lanjut Kasimin, pihak keluarga dari kelima remaja tersebut sudah dipanggil dan akan diserahkan penanganannya kepada Kasi Pembinaan dan Kasi Penyidikan untuk proses lebih lanjut, serta pihak kelurahan untuk pembinaan di lokasi tersebut.

Ditambahkan Kasi Pembinaan Musben Zakir, kelima remaja yang ditertibkan tersebut diberikan pembinaan dengan pemotongan rambut oleh pihak Satpol PP, karena mereka memiliki rambut yang tidak cocok dengan keadaan anak sekolah yang harus berpenampilan rapi dan bersih.

“Kita juga sudah memanggil pihak orang tua untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, surat itu juga harus diketahui oleh pihak kelurahan,” sebut Musben.

Ditambahkan Musben, dilibatkannya pihak kelurahan untuk pembinaan, karena beberapa remaja yang diamankan Jum’at sore kemarin, juga sudah pernah diamankan beberapa waktu sebelumnya dengan kasus yang sama. Begitupun lokasi yang dijadikan sebagai tempat ngelem, juga sudah berulang kali digunakan.

“Kami mengindetifikasikan, tempat itu bukan hanya digunakan sebagai tempat ngelem, juga sebagai tempat berbuat asusila dan maksiat lainnya. Karena, lokasi itu sudah lama dibiarkan kosong dan tidak dipergunakan lagi,” jelasnya.

Sementara itu Lurah Balai-Balai Reftasman ketika ditemui menyebutkan, pihaknya sudah mendapatkan kabar dari Satpol PP kalau ada salah satu lokasi yang digunakan sebagai tempat ngelem dan perbuatan maksiat lainnya. Sementara, lokasi itu merupakan bekas bangunan sekolah agama yang sudah tua di Padangpanjang.

“Dengan adanya kejadian seperti ini, kita akan coba merundingkan dengan pemilik gedung mengenai keberadaan bangunan tersebut, kita tidak ingin peristiwa itu terulang lagi untuk masa yang akan datang,” ungkapnya.
Teks Foto : Kasi Pembinaan Musben Zakir sedang memberikan pembinaan terhadap kelima remaja yang diamankan pada Jum’at sore kemarin. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas