Optimisme Desa Apar Untuk Lolos Pada Lomba Desa Nusantara

 

Padang-today.com__ Salah satu hal yang membanggakan bagi masyarakat Kota Pariaman, Sumbar. Ini masuknya Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, dalam nominasi Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2019.

Hebatnya lagi, Desa Apar di wilayah Kecamatan Pariaman Utara ini adalah satu-satunya di Sumatera Barat yang masuk nominasi pada ajang bergengsi yang dilaksanakan Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tersebut.

Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman masuk nominasi lomba desa wisata nusantara tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Kemendes, telah melakukan persiapan demi persiapan  pun telah dilaksanakan guna menghadapi kedatangan Tim Penilai Verifikasi Lomba Desa Wisata Nusantara.

Desa Apar ini satu-satunya di Sumbar masuk nominasi dengan produk unggulannya yang tidak pernah ada dari daerah lainya yaitu, Sekolah Tinggi Beruk. Sekolah tersebut lah yang dapat dijual dari daerah itu.

“Kota Pariaman memiliki suatu keistimewaan dibidang Pendidikan yang dapat menarik wisata didaerah itu yaitu Sekolah Tinggi Beruk yang tidak terdapat di tempat lain. Ada 158 desa yang ikut lomba ini di Indonesia dan 28 desa masuk nominasi, termasuk Desa Apar dari Kota Pariaman, ” kata Effendi Jamal Kadis DPM Des Kota Pariaman ketika menerima tim verifikasi Kemendes mengunjungi Kota Pariaman, Rabu (9/10).

Katanya, Kota Pariaman tidak mempunyai Sumber Daya Alam yang bisa dikelola untuk Industri, daerah itu hanya pariwisata yang dapat di manfaatkan dan kelola sebagai sumber pendapatan daerah dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Dengan masuknya Desa Apar sebagai nominasi lomba wisata nusantara 2019, ini membuktikan bahwa Kota Pariaman mempunyai produk unggulan wisata yang tak kalah menarik dari daerah lainya. Selain itu, Kota Pariaman juga memiliki wisata pantai yang indah, selain destinasi wisata lainya.

Menurutnya, Kota Pariaman tidak memiliki perusahaan-perusahaan atau industri yang cukup menopang kehidupan ekonomi masyarakat. Nah, dengan adanya potensi wisata yang ada di daerah itu, bagi desa yang mempunyai potensi wisata harus dapat memanfaatkan dan mengelola BUMDes sebagai sumber pendapatan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat itu sendiri.

Terkait dengan kunjungan tim verifikasi itu, desa Apar yang dikunjungi oleh Tim Kemendes dan Provinsi telah menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan materi penilaian. Seperti Atraksi, Amenitas dan Aksebikitas (A3), Branding, Advertising, dan Selling (BAS), produk wisata menyangkut kelengkapan paket wisata dan kesesuaian harga.

“Waktu pemaparnya hanya 20 menit, berlanjut dengan peninjauan lapangan dan tanya jawab antara tim verifikasi dengan kepala desa, Pokdarwis, Bumdes dan Masyarakat lokasi wisata,” ujarnya.

Kepala desa Apar, Hendric mengatakan Desa Apar masuk dalam nominasi ini telah melakukan berbagai persiapan yaitu membentuk rapat-rapat dan tim-tim kerja guna memantapkan persiapan menyambut kedatangan Tim Penilai Verifikasi itu.

Pada lomba Desa Wisata Nusantara tahun 2019 ini, ia optimis melalui dukungan sejumlah stakeholder terkait, dan Pemerintah Provinsi serta masyarakat Kota pariaman, Desa Apar di Pariaman Utara ini bakal dapat meraih prestasi yang gemilang.

“Alahamdulillah dengan dukungan sejumlah pemangku kepentingan dan Stakeholder dan masyarakat setempat, mudah-mudahan kita dapat meraih hasil yang terbaik yakni jura pertama, mengingat desa ini memang mempunyai daya tarik wisata yaitu Sekolah Tinggi Beruk,” ujarnya.

Ia mengajak dan mengimbau masyarakat Kecamatan Pariaman Utara untuk berpartisipasi. Caranya mudah, antara lain lebih memperhatikan lingkungan, kebersihan, dan kesiapan.

Sementara ketua Tim Verifikasi dari Kemendes PDTT-RI, Agusti mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kemendes PDTT terus mendorong pemerintah daerah untuk fokus mengembangkan produk unggulan dalam menggali potensi daerah melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) atau BUMDes Bersama.

“Pemgembagan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) makin digenjot pemerintah. Untuk itu, pihak desa harus mampu menggali potensi daerah yang dapat menjadikan unggulan dalam Lomba Desa Nusantara,” kata Agusti.

Dalam program Prukades, kata dia, perlu komitmen bersama dari pengembangan BUMDes, kemudian BUMDes Bersama, selanjutnya Prukades. 

“BUMDes bisa maju dengan produk kuliner lokal, pengelolaan lahan yang dijadikan untuk pengembangan wisata, dan lain-lainnya yang dapat meangkat perekonomian di daerah itu,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pariwisata adalah salah satu motor pengerak ekonomi dan meberdayakan masyarakat. Pemerintah telah mengakui potensi kemajuan ekonomi yang dapat dilakukan oleh industri pariwisata yang tangguh.

“Pariwisata akan menjadi saalah satu motor penggerk bisnis suatu daerah yang telah mempunyai potensi. Namun sebaliknya, suatu daerah yang telah mempunyai poyensi daerah, tetapi tidak mampu dalam memanfaatkan peluang pada sektor yang satu ini akan tertinggal dari daerah lain yang lebih maju selangkah,” kata dia.

Untuk itu, dengan adanya Sekolah Tinggi Beruk ini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat didaerah itu, dan semua pemangku kepentingan harus serius menata industri pariwisata, semua sumber daya dan strategi harus dikerahkan.

“Salah satu perputaran uang dari pusat ke daerah yang cukup besar yaitu dengan menggeliatnya pariwisata di daerah-daerah. Dengan mampunya daerah dalam menggali potensi wisata dan lainya. Untuk itu Kota Pariaman mempunyai daya tarik wisata selain keindahan pantai juga memilki wisata Sekolah Tinggi Beruk yang tidak dimilki oleh daerah lainya,” ujarnya. (Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas