Luar Biasa: Penghargaan Beruntun, HUT Kota Payakumbuh ke-47, Walikota Riza Falepi Raih Leadership Award

Wawako Erwin Yunaz terima Penghargaan Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM)

Wawako Erwin Yunaz terima Penghargaan Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM)

Wawsako Erwin Yunaz

Wawako Erwin Yunaz

Wawako Erwin Yunaz terima Penghargaan Kota Pelayanan Publik Terbaik ke-3 Nasional

Wawako Erwin Yunaz terima Penghargaan Kota Pelayanan Publik Terbaik ke-3 Nasional

LIPUTAN KHUSUS

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Jelang tutup tahun dan peringatan HUT Kota Payakumbuh ke-47, seabrek penghargaan bergengsi datang. Payakumbuh terakhir meraih penghargaan tingkat Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia atas prestasinya sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) di Peringatan Hari Hak Asasi Manusia se dunia ke-69 2017.

Baru-baru ini Wakil Walikota Erwin Yunaz sampai tiga kali menerima penghargaan tingkat Nasional; Penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara Kelima, Peringkat Tiga Kota Layanan Publik Terbaik Nasional dan Kota Peduli HAM. Khusus Kota Peduli HAM, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Yasona Hamonangan Laoly, Ph.D, menyerahkan plakat dan sertifikat kepada Wakil Walikota Erwin Yunaz di Ballroom Hotel The Sunan, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (10/12/2017) pagi.

Presiden RI, Joko Widodo hadir di penyerahan penghargaan Kota Peduli HAM itu. Hadir pula sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Komnas HAM, Komnas Perlindungan Anak, Komnas Perempuan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, dan Bupati/Walikota yang memperoleh penghargaan peduli HAM 2017 ini.

Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada gubernur, bupati/walikota yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat atas kepeduliannya terhadap pemenuhan hak asasi manusia di daerah.

“Saya sangat mengapresiasi para gubenur, bupati/walikota yang telah berupaya memberikan perhatian dalam pemenuhan hak asasi manusia kepada masyarakatnya,” kata Presiden Jokowi. Penerapan prinsip-prinsip HAM kepada masyarakat, sebangsa dan senegara harus terus menerus ditingkatkan. Pemenuhan hak sipil, hak politik harus menjamin hak sosial, hak ekonomi dan hak kultural yang tentunya akan mempengaruhi hak politik warga Negara itu sendiri.

Presiden Jokowi menghimbau para pembuat kebijakan, politisi, birokrat dan pemimpin sosial harus bisa melihat keadaan masyarakat bawah. Pada kesempatan itu pula, Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly melaporkan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki komitmen tinggi atas kepeduliannya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap hukum dan HAM.

Menkumham Yasona peringatan Hari Hak Asasi Manusia tahun ini adalah momentum peningkatan prestasi untuk lebih baik lagi dalam pemenuhan Hak Asasi masyarakat dan merupakan tanggung jawab bersama mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat di Indonesia.

Erwin Yunaz: Pencapaian

Wakil Walikota Erwin Yunaz usai menerima penghargaan Kota Peduli HAM mengatakan bahwa prestasi yang diukir Kota Payakumbuh adalah penghargaan dari pencapaian terhadap apa yang telah kita lakukan selama ini.

“Dengan prediket Kota Peduli HAM, pemenuhan hak-hak asasi manusia di Kota Payakumbuh, untuk masa yang akan datang terus kita tingkatkan. Dan Kita berharap setiap pekerjaan yang tertib hukum, tertib administrasi tentunya akan berimbas terhadap pemenuhan hak-hak dasar tersebut, demi tercapainya masyarakat Payakumbuh yang sejahtera dan penuh dengan kemakmuran,” kata Wawako Erwin Yunaz.

Erwin Yunaz melanjutkan, bahwa penghargaan-penghargaan ini semua ini tidak lepas dari kerjasama kita bersama dan bimbingan yang luar biasa dari Walikota Payakumbuh. Ini adalah kado yang indah di Hari Ulang Tahun Kota Payakumbuh 17 Desember ini. Prestasi ini mari kita lebih meningkatkan kerjasama dan pelayanan untuk Payakumbuh yang Lebih Maju dan Sejahtera.

Soalan Pelayanan Publik, Erwin Yunaz dalam akun instagramnya mengatakan bahwa sejarah kembali diukir Kota Payakumbuh, setelah pekan kemarin untuk ke-5 kalinya secara beruntun menerima penghargaan Kota Sehat kategori paling tinggi (Wistara), kini Kota Payakumbuh kembali menerima penghargaan dari Ombudsman RI atas penilaian Kepatuhan Tinggi di bidang pelayanan Publik. Payakumbuh satu-satunya Kota/Kabupaten di Sumbar yang menerima penghargaan ini, serta Peringkat ke-3 tertinggi secara Nasional dengan jumlah nilai 94,01.

“Terima kasih Bapak Walikota Payakumbuh telah membina kami dan ucapan terima kasih juga kepada seluruh OPD yang telah memberikan pelayanan yang baik ini. Mari kita pertahankan dan lebih tingkatkan lagi pelayanan kita untuk masyarakat Kota Payakumbuh,” ungkap Erwin Yunaz penuh kebanggaan.

“Penilaian terhadap layanan publik ini, kami lakukan adalah dalam rangka sejauh mana kompetensi pemerintah daerah memberikan layanan publik dan seperti apa persepsi masyarakat sebagai penerima layanan. Melalui proses yang cukup panjang dan transparan, penilaian dilakukan dengan observasi langsung ke lapangan dengan perwakilan terkait tanpa sepengetahuan pemerintah daerah yang dituju. Ini merupakan survei yang akurat untuk mendapatkan hasil yang memuaskan,” ungkap Prof. Amzulian Rifai.

Sementara itu Wakil Walikota Erwin Yunaz, disela-sela acara menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh aparatur Pemko Payakumbuh yang telah menunjukkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Namun hal tersebut tetap terus untuk diperbaiki. Karena hasil yang diperoleh saat ini perlu terus diuji dan dipertahankan di tengah-tengah masyarakat. Dan jadikan momentum ini sebagai daya lecut untuk lebih memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga,” harap Wawako Erwin.

Menurut Wawako Erwin juga, prestasi ini cukup membanggakan karena Payakumbuh langsung berada di zona hijau, padahal baru pertama kali dinilai, dengan tingkat kepatuhan tinggi terhadap pelayanan publik yang diberikan selama ini.

“Sebuah kerja keras yang selalu mengikuti prosedur yang sesuai aturannya akan menghasilkan prestasi terbaik,” tukuk Wawako Erwin.

Di tempat terpisah Kepala Bagian Organisai Yasrizal menginformasikan bahwa hanya Payakumbuh dan Kab Tanah Datar di Sumbar yang meraih penghargaan ini. Dimana secara nasional, Payakumbuh bertengger diposisi ketiga setelah Manado dan Mataram, dengan jumlah nilai 94,01.

“Payakumbuh masuk zona hijau bersama 15 kota lainnya dengan tingkat kepatuhan tinggi,” pungkas Yasrizal.

Leadership Award Riza Falepi

Bangga, Leadeship Award 2017. Dari 5 nominator, 4 mendapatkan award ini. Termasuk Walikota Payakumbuh, H. Riza Falepi.

Bangga, Leadeship Award 2017. Dari 5 nominator, 4 mendapatkan award ini. Termasuk Walikota Payakumbuh, H. Riza Falepi.

Ternyata Sumatera Barat, salah satu dari 34 provinsi di tanah air, dipimpin oleh orang orang hebat. Itulah kesimpulan Badan Litbang Kemendagri. Dari hasil penilaian selama setahun (2017), Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri itu memutuskan memilih lima gubernur, 12 Bupati dan tujuh walikota di seluruh penjuru negeri menjadi sosok yang hebat dalam memimpin daerahnya.

Dari deretan pemimpin daerah di seantero nusantara, Sumatera Barat menempatkan Gubernur Irwan Prayitno, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Bupati Agam Indra Catri dan Walikota Payakumbuh Riza Falepi. Mereka terpilih dan menyisihkan ratusan kepala daerah yang disisir Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri. Hebatnya lagi, ada provinsi yang sama sekali tidak kebagian anugerah yang sedianya akan diserahkan Mendagri Tjahyo Kumolo pada Senin (18/12/2017). Ini berarti Provinsi Sumatera Barat saat ini tengah dipimpin oleh orang orang hebat.

Walikota Payakumbuh H Riza Falepi satu dari 4 pemimpin di Sumbar yang dianugerahi Leadhership Award ini.

“Terima kasih ucapan selamatnya, sagan pulo awak jadinyo,” ungkap Riza Falepi singkat.

Masih terus rendah hati dan berwibawa. Riza Falepi akan menerima leadership awar ini di Puri Agung Convention Hall Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 86 Jakarta pada Senin 18 Desember 2017 pukul 18.00 WIB.

Bangga, Leadeship Award 2017. Dari 5 nominator, 4 mendapatkan award ini. Termasuk Walikota Payakumbuh, H. Riza Falepi.

Bangga, Leadeship Award 2017. Dari 5 nominator, 4 mendapatkan award ini. Termasuk Walikota Payakumbuh, H. Riza Falepi.

Bersama Riza Falepi, juga menerima Leadership Award Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, dan Bupati Agam Indra Chatri. Sayang, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah yang masuk nominasi gagal terpilih.

Tentu ini harus dilihat dari lembaga yang melaksanakan penilaian terhadap para pemimpin daerah. Badan Litbang Kementeran Dalam Negeri adalah lembaga yang ditugasi oleh Mendagri Tjahyo Kumolo untuk melakukan penelitian dan penyisiran selama setahun. Lembaga tersebut jelas merupakan sebuah lembaga yang sangat kredibel. Lembaga eselon I yang menjadi timthank kementerian yang mengurusi pemerintahan daerah. Sulit membantah kredibilitas lembaga tersebut.

Apalagi, kriteria yang digunakan untuk memilih para kepala daerah hebat itu juga lumayan berat. Ada enam kriteria yang mereka gunakan untuk menjaring kehebatan para pemimpn formal daerah. Keenam kriteria tersebut adalah pertama menyangkut jabatan orang orang yang dinilai harus minumal empat tahun, kedua menyangkut dengan isu atawa popularitas yang bersangkutan di mata rakyatnya, ketiga menyangkut dengan kebersihan jejaknya dalam kasus korupsi, keemat tidak memiliki catatan asusila alias memiliki rekam jejak moral yang baik dan keenam memiliki integritas sebagai pemimpin masyarakat. Jelas basa tidak mudah untuk dipenuhi oleh seorang kepala daerah.

Secara implementatif, kakok tangan para pemimpin hebat yang akan menerima anugerah Leadership Award dari Memdagri Tjahyo Kumolo, juga terlihat nyata di lapangan. Dalam paparan Gubernur Irwan Prayitno pada rapat koordinasi pemerintahan di Hotel Royal Denai Bukittinggi belum lama ini, tiga kepala daerah yang akan menerima award itu memiliki kontribusi besar terhadap laporan penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Sumatera Barat. Ini berarti, saat Provinsi Sumatera Barat diganjar anugerah Dana Rakca yang menjadi simbul kinerja keuangan daerah, tiga kepala daerah penerima Leadership Award juga memiliki kontribusi besar.

Berikut gubernur, bupati dan walikota penerima Leadership Award 2017 pilihan Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri. Bupati Sijunjung, Bupati Agam, Bupati Banyuwangi, Bupayti Lamongan, Bupati Sleman, Bupati Kulonprogo, Bupati Kudus, Bupati Pinrang, Bupati Bantaeng, Bupati OKU, Bupati Lombok Tengah dan Bupati Tanah Bumbu.

Sedangkan tujuh Walikota, yakni Walikota Surabaya, Walikota Balikpapan, Walikota Samarinda, Walikota Pontianak, Walikota Bandung, Walikota Lubuk Linggau dan Walikota Payakumbuh. Sementara lima gubernur penerima penghargaan ‘Leadership Award” adalah Gubernur Jatim, Gubernur Jabar, Gubernur Sulsesl, Gubernur Sumbar dan Gubernur NTB.

Agenda HUT ke-47

AGENDA HUT KOTA ke-47

AGENDA HUT KOTA ke-47

Dimulai 9 Desember lalu, Festival Silat Tradisi & Malewakan Gala Pandeka digelar di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah. Acara ini sukses melewakan Gala Pandeka Maharajo Biso bagi Walikota Riza Falepi. Dilanjutkan dengan Pawai OPD, Pawai Budaya, Pawai Seni Tradisi Talempong Pacik Tingkat SD/SMP/SMA se-Kota Payakumbuh pada 16 Desember dengan rute Simpang DPRD Kota Payakumbuh (start) menuju Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah Payakumbuh (finish).

Puncak acara, Sidang Paripurna Istimewa HUT Kota Payakumbuh pada 17 Desember pagi. Tabligh Akbar mendatangkan penceramah Ustad Abdul Somad di GOR M Yamin 20 Desember siang. Dilanjutkan malamnya dengan Malam Hiburan Rakyat sekaligus Menyerahkan Penghargaan di Medan Nan Bapaneh. Ada agenda terakhir sekaitan HUT Kota Payakumbuh diselenggarakan di kelurahan Payolansek 23 Desember malam, malam hiburan buru babi.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*