Lumuik Suliki Mendunia, Asosiasi Hendak Angkat Harkat Suliki

Asosiasi Lumuik Suliki

Asosiasi Lumuik Suliki

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Jenis batu hakikat, Lumuik Suliki kini makin mendunia. Banyak peredaran batu akik (gemstone) ini, menjadi objek kiriman, oleh-oleh, merchandise, bahkan komoditi jualan yang berharga. Harganya kini tak tanggung-tanggung lagi. Sudah dihitung enam sampai tujuh digit.

Soal aktivitas masyarakat di Suliki dan sekitarnya, sudah menjadi pameo, ”ladang dan sawah digarap pagi, siang sampai malam menggali batu.” Aktivitas warga di sepanjang Bukit Suliki yang memanjang dari Kecamatan Akabiluru, Suliki, sampai ke Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat ini, sudah membatu.

Banyak pengrajin kini terus bertumbuh. Sayang, belum di-KTP-kan. Jika saja sudah, tentu ada profesi baru pengrajin batu akik tertulis di KTP. Profesi yang kini membanggakan. Bisa dikatakan tingkat pengangguran berkurang drastis apalagi kriminalitas. Semua sibuk dengan batu akik Lumuik Suliki.

Di sepanjang jalan Tan Malaka yang memanjang 60 km dari Kota Payakumbuh sampai ke Kecamatan Gunuang Omeh itu, bunyi mesin gerinda batu tak henti siang dan malam. Ada pengrajin yang bekerja mengasah batu pesanan konsumen. Ada pula yang mengejarkan target batu jualan yang dijual per kodi. Satu kodi sama dengan 20 buah batu cincin.

Potensi ini, sudah lama disorakkan masyarakat ke pemerintah setempat untuk disikapi. Tapi, sampai hari ini, tak secuilpun pemerintah bersikap. Entah, ada anggaran untuk mendukung kegiatan masyarakat atau tidak. Pastinya, kini masyarakat maju dengan usaha dan modal sendiri. Tak satupun pemerintah ikut andil.

Asosiasi Lumuik Suliki

Oleh Pemuda Suliki, yang digerakkan oleh Kairul Apit yang kini Wali Nagari (Setingkat Desa) Pandam Gadang, dibentuklah Asosiasi Lumuik Suliki. Asosiasi yang dirembukkan beberapa waktu lalu di Ruang Rapat Kantor Camat Suliki disepakati sebuah lembaga, asosiasi yang akan menyelamatkan terus keberadaan Lumuik Suliki ini sepanjang masa.

”Di samping itu, kita berniat agar masyarakat Suliki dan Gunuang Omeh ini ikut terus berkembang ekonominya. Sebab, ekonomi masyarakat di Suliki bukan hanya dimotori oleh Lumuik Suliki saja. Masih banyak potensi lain yang selama ini tidak terkembangkan,” ujar Kairul Apit yang berpikiran maju itu.

Bersama Sekretaris Dodi Yanto dan Bendahara Ferry Zulhasdi, Kairul Apit yang didaulat menjadi Ketua Asosiasi Lumuik Suliki ini, bersepakat menggelar Pameran dan Lelang Batu Akik Kamis sampai Sabtu, 19-21 Februari 2015. Dipilihnya hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, sebab Senin Pasar Suliki, akan beraktivitas.

”Ya, kita pilih hari ini, untuk membuka diri lebih lebar ke seluruh peminat batu akik se-Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Sementara, skala pameran kita untuk 3 provinsi ini. Los-los di Pasar Suliki akan kita manfaatkan seluruhnya bagi penjualan dan memamerkan beragam produk batu akik, khususnya Lumuik Suliki ini,” ujar Kairul Apit di Suliki.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*