Mahasiswa KKN-PPM UBH Ajarkan Masyarakat Buat Pestisida Organik

Mahasiswa UBH KKN

Mahasiswa UBH KKN

Advertisements

Agam, PADANGTODAY.com – Saat ini petani masih menggunakan pestisida sintetis untuk membasmi hama pada tanaman. Padahal pestisida sintetis dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan dan juga dapat merusak ekosistem bila dosis yang diberikannya tidak mengikuti ketentuannya.

Untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis, Lola Ineli Saputri mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta yang melakukan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Jorong Pauah, Nagari Panta Pauah, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam melakukan sosialisasi dan memberi pembelajaran mengenai pembuatan pestisida organik bagi petani dan masyarakat.

Lola mengatakan pestisida organik ini merupakan ramuan obat-obatan untuk mengendalikan hama
dan penyakit tanaman yang dibuat dari bahan-bahan alami. Salah satu pestisida organik adalah
dengan menggunakan ekstrak daun pepaya untuk mengendalikan hama ulat dan hewan pengisap.

“Pemilihan daun pepaya sebagai bahan untuk pembuatan pestisida karena mengandung senyawa papain yang cukup efektif untuk membasmi hama pada tanaman,” ungkapnya.

Ia menjelaskan proses pembuatan pestisida organik ini cukup mudah, menggunakan bahan-bahan yang sederhana seperti deterjen, minyak tanah, air dan daun pepaya sebagai bahan utamanya serta alat yang digunakan pisau, alat penghalus/batu, tabung semprot dan ember.

Cara membuatnya, kita cuci bersih daun pepaya kemudian dihancurkan dan ditumbuk hingga halus.
Masukan daun pepaya kedalam ember tambahkan air, deterjen dan beberapa sendok makan minyak
tanah. Selanjutnya, didiamkan selama satu malam setelah itu disaring dan jadi pestisida organik dari daun pepaya.

Menurutnya untuk penggunaan pestisida tersebut cukup dimasukan kedalam tabung semprot dan disemprotkan ke tanaman yang akan dibasmi hamanya.

“Keunggulan dari pengunaan pestisida organik dari daun pepaya ini adalah jenis pestisida yan mudah terurai, relatif aman bagi manusia dan tanaman, bahan yang digunakanpun tidak sulit dijumpai dan ekonomis,” tambahnya.

Selain sosialisasi mengenai pestisida organik, Lola juga melakukan pengenalan sampah organik dan anorganik kepada masyarakat Jorong Pauah, Nagari Panta Pauah. (bay/ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*