Mahasiswa Merauke dan Papua Dominasi Pesertaa Kuliah di ITS

teleconference.

teleconference.

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.com-Hampir tiga ribu mahasiswa telah tergabung dalam Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka Terpadu (PDITT). Peserta dari pulau paling timur Indonesia pun tak mau ketinggalan.

Diakui Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Triyogi Yuwono, dari 700 peserta kuliah daring yang terdaftar di ITS, paling banyak berasal dari Merauke, Papua. “Dari Musamus, Merauke yang paling banyak,” katanya saat melakukan dialog interaktif dengan Wakil Presiden Boediono pada peluncuran PDITT dan Dapodik, Rabu (15/10/2014).

Ada lima mata kuliah yang difasilitasi oleh ITS bagi para mahasiswa kuliah daring di kampus tersebut. Kelimanya adalah, sistem pengendalian otomatis, probabilitas dan proses stokastik, ilmu ukur tanah, metode kuantitatif untuk bisnis, dan struktur beton dasar. Dalam hal penilaian, sama seperti lima perguruan tinggi lainnya, ITS juga menggunakan penilaian tugas kelompok, individu, membuat produk, dan kuis.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, kuliah daring ini selain memperluas akses juga bisa menaikkan kualitas perguruan tinggi, mata kuliah, dan lulusannya. Ia mencontohkan, ketika mahasiswa yang mengikuti kuliah daring di salah perguruan tinggi ternama melihat materi yang didapat di kuliah daring lebih maju daripada di kampusnya, dia bisa memberi masukan. “Dia bisa membuat laporan ke kampusnya bahwa ada materi yang bagus disana,” tuturnya.

Ia menambahkan, terkait dengan regulasi kuliah daring sudah diatur dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud). Kuliah daring bisa berjalan dengan baik jika di antara perguruan tinggi saling mengakui. “Mahasiswa yang kuliah daring di perguruan tinggi A, misalnya, di perguruan tingginya sendiri bisa diakui,” katanya. (dil/Aline Rogeleonick)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*