Mahasiswa Minangkabau Gelar Diskusi terkait Kitab Suci Injil Berbahasa Minangkabau

Padang-today.com – Aplikasi Kitab Injil berbahasa Minangkabau di Aplikasi Store menimbulkan berbagai persepsi dari berbagai pihak.

Kitab Injil dalam bentuk digital dengan menggunakan bahasa Minang menimbulkan keresahan tersendiri bagi masyarakat Minangkabau.

Hal ini terkait dengan falsafah Minang “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” yang telah ada secara turun temurun dalam Adat Minang. Falsafah ini menggambarkan bahwa masyarakat Minangkabau berpegangan pada ajaran Islam.

Handika Rahmat Febrian, Ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Minang Bogor menyebutkan, permasalahan aplikasi kitab Injil berbahasa Minangkabau menyebabkan Aliansi Mahasiswa Minangkabau Jabodetabek juga angkat bicara.

“Mahasiswa Minang yang berada di daerah rantau merasa hal ini perlu perhatian penuh agar tidak menimbulkan konflik dimasa yang akan datang,”kata dia.

Menurut dia Mahasiswa meminta agar semua pihak agar dapat menjaga toleransi.

“Aliansi Mahasiswa Minangkabau Jabodetabek juga mengapresiasi penuh kepada Gubernur Sumatera Barat dan Menkominfo atas dihapusnya aplikasi Kitab Suci Injil yang menggunakan bahasa Minang di platform playstore,”pungkas dia.

Handika Rahmat Febrian menyatakan,permasalahan ini sudah terjadi 22 tahun kemarin dan sudah diselesaikan dengan aman.

Namun, saat ini sangat disayangkan masalah ini muncul kembali dan juga sekarang ditengah masa perjuangan kita melawan virus corona.

“Kami berharap permasalahan ini tidak terulangi lagi dimasa mendatang yang dapat membuat kegaduhan di tengah masyarakat,”kata dia.

Berdasarkan falsafah adat Minangkabau yaitu “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, orang Minangkabau pasti berpegang teguh kepada Alqur’an dan Sunnah otomatis berdasarkan ajaran islam. “Kami menganggap adanya Aplikasi Kitab Suci Injil berbahasa Minang itu sudah sia-sia dan bertentangan dengan norma adat yang ada,”imbuh Handika Rahmat Febrian.

Permasalahan ini menimbulkan pro-kontra dalam masyarakat. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, lanjut Handika kami mengajak semua pihak untuk dapat mendiskusikannya secara terbuka di Diskusi Online dari Minang Youth Talk ini bertajuk “Sikap Pemuda Minang Menyikapi Kitab Injil Berbahasa Minang”. Diskusi online ini diadakan pada Minggu 7 Juni 2020 mulai pukul 19.00-21.00 di Aplikasi Zoom
Narasumber yang akan berbicara dalam diskusi nanti ada Plt Kepala Biro Humas Sumatera Barat. Ketua Umum Badan Koordinasi Kemasyarakatan dan Kebudayaan Alam Minangkabau, Duta Budaya Sumatera Barat 2019, dan rekan-rekan ketua ikatan Minang.(*rel/dpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas