Mahyeldi: Tanpa Music Dunia Gersang

 

Advertisements
Walikota H.Mahyeldi Ansharullah, SP memasangkan tanda peserta Fesitival Lagu Minang Eksekutif antar SKPD di Lingkungan Pemko Padang di taman Balaikota Padang, Rabu (12/11).

Walikota H.Mahyeldi Ansharullah, SP memasangkan tanda peserta Fesitival Lagu Minang Eksekutif antar SKPD di Lingkungan Pemko Padang di taman Balaikota Padang, Rabu (12/11).

Padang, PADANGTODAY.com– Dunia sepi dan gersang tanpa musik. Hal ini sesuai dengan kenyataan yang sama-sama dirasakan, dimana saja berada music selalu hadir untuk menghibur, bisa saja saat lelah, santai dan lain sebagainya. Kadang saat mendengarkan musik kita merasa tenang. Kadang juga hadir nuansa yang positif, bersemangat sampai pada meningkatnya intelegensia Demikian disampaikan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP ketika membuka Festival Lagu Minang Eksekutif antar SKPD di lingkungan Pemko Padang, Rabu (12/11).

Musik juga dapat difungsikan sebagai sarana terapi kesehatan. Ketika mendengarkan musik, gelombang listrik yang ada di otak pendengar dapat diperlambat dan dipercepat. Alhasil, kinerja sistem tubuh mengalami perubahan. Bahkan, musik juga mampu mengatur hormon-hormon yang memengaruhi stres seseorang, serta mampu meningkatkan daya ingat pada otak.Selain itu, musik juga memiliki kekuatan untuk memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah sesuai dengan frekuensi, tempo, dan volumenya. Makin lambat tempo musik, denyut jantung semakin lambat dan tekanan darah menurun, ungkap Mahyeldi.

Sejalan dengan itu, Walikota H. Mahyeldi juga memesankan, agar dalam melaksanakan festival tidak memperlombakan lagu-lagu yang sudah ada saja. Tapi, ciptakan lagu yang bersifat himbauan, bisa saja himbauan terhadap Walikota agar bekerja lebih baik lagi, kebersihan, dan lingkungan alam serta penghijauan. Tujuannya adalah melalui sayir lagu yang didendangkan itu, penedengar merasa terpanggil untuk peduli terhadap lingkungan bersih dan lain sebagainya.

Nanti, sepuluh orang yang keluar sebagai pemenang Festival Lagu Minang Eksekutif antar SKPD ini, akan direkam dan bisa pula dikomersilkan, sehingga hasil dari festival jelas keberadaannya. Bukan seperti tahun–tahun sebelumnya, jadi pemenang, menerima hadiah, setelah itu tidak disalurkan bakatnya. Maka kurang baik atau mubazir sebab suaranya merdu seperti penyanyi kawakan.(dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*