Mantan Penyanyi Religius Saudi Bergabung Dengan ISIS

mantan-penyanyi-religius-saudi-bergabung-dengan-isisIrak, PADANGTODAY.com – Setelah menghabiskan waktu selama lima tahun bekerja sebagai penyanyi religius dan kemudian menjadi imam di sebuah masjid di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Maher Mishal al-Shwaib, 25 tahun, bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada April lalu.

Advertisements

Al-Shwaib melakukan perjalanan ke Suriah pada April lalu dan bergabung dengan warga Suriah untuk melawan rezim pemerintahan Presiden Basyar al-Assad dan kemudian ISIS, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (21/7), mengutip laporan koran Al-Hayat pada pekan ini.

Meskipun temannya, Raed Fahad, yang juga seorang penyanyi religius dan dia temui di Suriah, meninggalkan ISIS setelah menyadari kelompok itu sebagai organisasi teroris, Al-Shwaib terus tampil sebagai penyanyi lagu-lagu Islami dan meminta kaum pria Suriah dan anak-anak untuk bergabung dengan ISIS.

Al-Shwaib saat ini berada di Irak untuk menjadi imam di Masjid Al-Noor. Dia berpartisipasi dalam perhelatan sumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi. Di akun Twitter miliknya, dia mendorong pemuda Saudi untuk bergabung dengan ISIS.

Yousif al-Rameeh, seorang profesor kriminolog dan terorisme serta penasihat keamanan di Al-Qassim, meminta ulama senior untuk mengeluarkan fatwa mengutuk organisasi teroris, terutama ISIS, yang menyebarkan ide-ide menyimpang dan mencuci otak para pemuda muslim.

Al-Rameeh menyalahkan keluarga, masjid dan sekolah karena gagal memainkan peran mereka dalam masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang adanya pemikiran menyimpang.

“Masyarakat kita terlalu melebih-lebihkan masalah perilaku yang disebabkan oleh kecanduan narkoba dan masalah seperti itu, sementara di saat yang sama melupakan tentang pemikiran menyimpang,” kata Al-Rameeh.

“ISIS memiliki pengaruh besar terhadap anak-anak muda karena lembaga masyarakat tidak memainkan peran mereka dengan baik. Keluarga tetap menutup mata pada anak-anak mereka dan mereka tidak tahu teman jenis apa yang mereka punya atau jenis situs apa yang mereka lihat. Masjid dan sekolah tidak mendidik anak-anak muda tentang bahaya terbesar yakni organisasi teroris. Masjid, khususnya, tidak berbicara tentang bahaya yang ditimbulkan oleh ISIS,” tegas dia.
(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*