Mantan Wakil Walikota Padangpajang dan Isterinya Positif Covid

Padangpanjang, TODAY–Masyarakat Kota Padangpanjang kembali buncah dengan tersiarnya kabar kembali terdapat dua pasien positif Covid berdasarkan hasil swab yang dikeluarkan Labor Unand, Selasa (23/6) dini hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padangpanjang selaku Ketua Bidang Penanganan Covid 19, Nuryanuar mengatakan dua warga positif Covid 19 tersebut yakni mantan Wakil Walikota (Wawako) dr Mawardi dan isterinya Agusnilra.

Deteksi reaktif Covid terhadap dr Mawardi tersebut, berawal dari keluhan demam yang dialami istrinya. Gusneli dibawa ke IGD RSUD Padangpajang pada Sabtu (20/6), dengan keluhan gangguan tenggorokan menjalani tindakan medis rontgen dan test labor sebelum ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pantauan (PDP).

“Berdasarkan rekomendasi spesialis rontgen dan labor dengan penetapan sebagai PDP, terhadap pasien dan suaminya dilakukan test swab Minggu (21/6) dan pagi besoknya dikirim ke labor Unand. Hasilnya dini hari tadi didapatkan Positif Covid 19,” tutur Nuryanuar dalam pers konference di Diskominfo, Selasa (23/6).

Berkaitan kondisi tersebut, Nuryanuar mengaku dengan jajaran tengah memetakan langkah tracking terhadap warga yang menjalani kontak langsung dengan kedua positif Covid 19 selama 14 hari belakangan.

“Sama diketahui, Pak Mawardi adalah dokter umum yang memiliki pasien sangat banyak mencakup masyarakat di Padangpanjang, Batipuh dan X Koto (Pabasko). Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pembatasan aktivitas, jika selama dua pekan belakangan pernah kontak dengan pak dokter,” imbau Nuryanuar.

Terkait dengan kronologis Covid 19 dr Mawardi dan isterinya tersebut, Nuryanuar menyebut berdasarkan keterangan yang bersangkutan diperkirakan dari salah satu pasien yang dilayani sejak dua pekan belakangan.

“Namun tentu ini hanya baru perkiraan berdasarkan rutinitas yang paling intens dilakukannya. Namun ini akan akan disikapi cepat berangkat dari keterangan yang kita dapat untuk proses tracking. Sementara hingga sore ini, sudah 86 sudah di-tracking untuk segera dilakukan pengambilan sampel test swab,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Nuryanuar juga menyampaikan bantahan atas informasi yang beredar terkait perjalanan pasien beberapa waktu belakangan ke Jakarta. “Sebagai mana informasi beredar bahwa pasien telah berpergian dannpulang dari Jakarta, adalah tidak benar,” terangnya.

Sementara Direktur RSUD Padangpajang, dr Ardoni mengatakan saat ini dua warga positif Covid 19 tersebut telah ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit setempat. Pasien atas nama Agusnilra bersama suaminya dr Mawardi diisolasi dalam satu ruangan.

“Baik pasien maupun pak dr Mawardi, telah kita tempatkan di ruangan isolasi pasca ditetapkan berstatus PDP. Selanjutnya kita juga melakukan pengambilan sampel untuk test swab terhadap seluruh tenaga medis dan non medis yang kontak terhadap kedua pasien positif,” jawab Ardoni melalui selularnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui selularnya, Mawardi terkait penyelenggara kegiatan khitanan massal beberapa hari dijalankan sesuai protokol kesehatan covid.

“Perlu saya sampaikan bahwa khitanan itu menggunakan protokol kesehatan. Saya dan teman-teman medis menggunakan baju hazmat, masker, pelindung wajah dan sarung tangan. Saya merasa tidak terpapar dari peserta khitanan itu,” kata Mawardi.

Menurut Mawardi, bukan hanya saat khitanan massal itu, protokol kesehatan juga diberlakukannya ketika melayani pasien lainnya. “Setiap pasien yang datang juga harus menggunakan masker, jaga jarak dan harus cuci tangan,” pungkas Mawardi. (ka)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas