Masyarakat Dilarang Dirikan Bangunan di Lahan Produktif

Lahan Produktif.

Lahan Produktif.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Untuk membatasi penggunaan lahan produktif pertanian yang dialihfungsikan sebagai lokasi mendirikan bangunan, Pemerintah Kota Padangpanjang membatasi warga setempat mendirikan bangunan di lahan produktif.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padangpanjang Candra ketiak ditemui menyebutkan, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Padangpanjang, masyarakat mendirikan bangunan harus berjarak dua petak sawah atau sekitar 30 meter dari pinggir jalan. Tidak itu saja, Pemko juga mengunci lahan pertanian seluas 585 hektar yang bisa berproduksi.

Disampaikannya, aturan itu juga sudah tertera pada Peraturan Daerah (Perda) RTRW. Pembatasan mendirikan bangunan tersebut, supaya lahan pertanian produktif di Padangpanjang bisa dipertahankan untuk produksi pangan atau hortikultura.

“Lahan pertanian produktif di Padangpanjang ini sudah mulai berkurang setiap tahunnya, sehingga harus dilakukan pembatasan mendirikan bangunan supaya areal pertanian bisa dipertahankan,” katanya.

Sedikitnya, lahan pertanian di Padangpanjang menyusut seluas lima hektare setiap tahun dari sekitar 700 hektar. Lahan pertanian itu menyusut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pesatnya pembangunan fisik, dan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lahan itu sendiri.

“Beberapa tahun terakhir, pembangunan fisik seperti perumahan dan bangunan lainnya terlihat pesat di Kota Padangpanjang ini, sehingga mengakibatkan penyusutan kepada lahan pertanian masyarakat,” jelasnya.

Sementara ketidakpedulian masyarakat terhadap lahan produktif akan menjadikan lahan tidur dan tidak dapat diolah lagi, yang pada akhirnya akan beralih fungsi. Dari total 700 hektar lahan pertanian di Padangpanjang saat ini, sama sekali tidak ada yang tidak produktif.

Berkurangnya lahan pertanian di Padangpanjang, jelas Candra, memiliki dampak positif dan negatif tergantung kebutuhan masyarakat itu sendiri.

“Dampak negatif, produksi pangan atau hortikultura pasti berkurang. Namun positifnya, masyarakat yang memiliki lahan pertanian di lokasi strategis dapat membangun sarana fisik untuk keperluan lain yang menghasilkan pendapatan,” sebutnya.

Candra menambahkan, dari sisi pengairan, Padangpanjang belum kekurangan karena sumber air untuk lahan pertanian sangat banyak. Lahan pertanian yang tidur karena minimnya pengairan juga tidak ada, karena curah hujan dan sumber air lainnya di kota ini relatif banyak. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*