Masyarakat Protes Air PDAM Berkualitas Buruk

PDAM Padang Panjang.
Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Buruknya kualitas air bersih Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) Kabupaten Tanahdatar telah menimbulkan keresahan masyarakat Nagari Jaho Kecamatan X Koto. Keresahan tersebut memicu aksi protes warga dengan melakukan penunggakan tagian air PDAM bulanan. Kondisi itu sudah terjadi sejak 2013 lalu.

Dari informasi yang di himpun koran dilapangan, kualitas air buruk PDAM telah dirasakan warga sejak 2010 lalu. Ketika itu keluhan warga di sampaikan kepada Pemeritah Nagari Jaho, untuk menindaklanjuti ke instansi terkait. Sejak tahun 2010- 2013 lalu, warga terus bersabar menunggu pihak PDAM untuk melakukan perbaikan kualitas air. Namun, hingga saat belum ada realisasi dari pihak terkait.

“Kualitas air buruk sekali beberapa tahun belakangan ini, air yang disalurkan kerumah sudah tidak layak diminum. Selain keruh, cacing cacing kecilpun terlihat bersarang di bak penampungan kami.” Ungkap salah seorang warga Cecep(37) harus sering menguras bak yang di ginggapi cacing.

Hal senadajuga disampaikan oleh toko masayrakat Azwarnel (45), selain kondisi air buruk, penagiahan bulanan terhadap warga tidak sesuai dengan banyaknya pemakaian yang tercatat pada meteran.

Azwarnel menilai, anggota PDAM yang melakukan pengecekan pemakaian air pada meteran, terkadang tidak datang untuk melakukan pengecekan setiap bulannya. Ketika tagihan datang pidak PDAM hanya memberikan kuitansi penagihan dan warga membayarnya.

“Kerika saya melakukanpengecekan sendiri terhadapa meteran air, tagiahan sering tidak sesuai dengan kwitansi pembayaran.Ya, ketika saya tanya kembali, pihak PDAM menjawab, bulan besok kita kurangi pembayarannya. Artinya, dengan kondisi tersebut, akan timbul pertanyaan ada apa dengan PDAM,” terang Azwarnel yang juga sebagai anggota lembaga unsur Nagari Jaho.

Lebih lanjutnya, terdapatnya beberapa bangunan yang tidak memiliki meteran air,” Ya, saya juga tidak tahu bagaimana cara pembayaran air tanpa meteran,” sebut anggota lembaga unsur menginginkan pengelolaan air dapat dilakukan oleh pihak nagari Jaho.

Sememntara Wali Nagari jaho S. Dt. Rky Basa menyampaikan, warga kebanykan memang telah mengeluhkan kualitas air bersih dan sistim penagihan oleh pihak PDAM Tanahdatar. Menyikapi keluhan masyarakat, pihaknya telah melakuka beberapa kali rapat dengan KAN serta dengan BPRN Nagari Jaho.

“Kita telah sepakat untuk menyurati pihak PDAM,Pemkab dan DPRD Tanahdatar, untuk menindaklanjuti kondisi yang terjadi di Nagari Jaho ini. Namun, hingga sekarang belum ada bentuk realisasi ataupun balasan dari pihak Pemkab dan DPRD,” sebut S. Dt. Rky Basa.

Sementara pihak PDAM, sebelumnya telah memberikan balasan terkait buruknya kualitas air di Nagari Jaho. Dimana buruknya kualitas air kerana belum adanya sistem pengolahan air yang bersumber dari air pincuran bungo yang berada di nagari Jaho tersebut.
“ Namun, keluhan warga yang belum terjawab itu, akhirnya sebagian dari warga enggan untuk membayar. Namun, PDAM telah memberikan surat edaran penagihan tunggakan kepada warga,Ya, saya belum tahu pasti banyak warga menunggak. Pada umumnya, warga memang melakukan penunggakan air PDAM. Penunggakan telah berjalan dua tahun belakangan ini,” Ungkap Wali Nagari sudah menerima keluhan warga mendapat tagihan tunggakan hingga juataan rupiah itu.

Semnetara Direktur PDAM Tanahdatar Adrial Bakar mengatakan, PDAM hanya bergerak dalam kewenangannya, dimana pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Walinagari terkait kualitas air bersih yang disalurkan PDAM. Dimana sumber mata air yang mengaliri perumahan berasal dari air Pincuran Bungo terkendalan bak penampungan yang belum menggukan sistem penyaringan air.

“Untuk melakukan melakukan sistem penyaringan air, kita membutuhkan bak penyaringan baru yang menggunakan sistem penyaringan. Kita juga sudah koordinasi dengan pihak nagari untuk menyediakan lahan untuk pembangunan bak penyaringan, namun, hingga saat ini kita belum mendapatkan informasi dari Nagari,” jelas Adrial Bakar.

Terpisah, Wakil Bupati Tanahdatar Irdinansyah, ketika dihubungi Posmetro, menyampaikan, telah menerima informasi dari warga terkait buruknya kualitas air bersih PDAM Tanahdatar.” Saya akan langsung berkoordinasi dengan pihak PDAM untuk kejelasan persoalan tersebut. Ya, saya harap masyarakat untuk bersabar dan tidak melakukan hal hal yang tidak diinginkan.” Ujar Wabup.

Sementara anggota DPRD Tanahdatar dari Fraksi PAN Beni Remon, menyikapi kondisi tersebut, akan meminta Pemkab melalui perusahana PDAM untuk segera mencari solusi, jika ini dibiarkan akan berdampak buruk terhadapa masayrakat Jaho terutama sangat berdampak kepada kesehatan masyarakat.

“Kita akan lakukan pembahasan ini bersama pihak terkait. Baik sistem pengelolaan, pembayaran, kontribusi terhadap nagari, terhadap sumber mata air yang diambil dari Pincuran Bungo yang terdapat di kawasan Nagari jaho itu,” ungkap Anggota Fraksi PAN itu. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas