Mediar Indra Bersiap Sekda Limapuluh Kota, Jika Amanah Tak Boleh Dielakkan

Mediar Indra

Mediar Indra

JIKA kini sedang disibukkan oleh perbincangan publik, soal pejabat-pejabat Kabupaten Limapuluh Kota edisi Bupati Irfendi Arbi dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan, muncul nama Mediar Indra. Alumni Fakultas Pertanian Unand dan Master Pembangunan Perkotaan ini dipandang memiliki kemauan, kemampuan, wibawa, dan menguasai regulasi dengan baik. Wartawan muda berpandangan jauh ke depan, Dadang Esmana, berujar, Sekda baru!

Terbatas regulasi, harus enam bulan struktur pemerintahan tidak boleh dirombak, pasca pelantikan Februari lalu, kini sudah hampir tiba masanya, pasangan Bupati dan Wakil Bupati memilih pejabat eselon 2, 3, dan 4 yang sesuai dengan visi dan misi kinerjanya. Sebab itu, sosok top manajemen SKPD dan pegawai, yaitu Sekretaris Daerah, haruslah orang yang memiliki sense of power yang kuat, serta sense to translate, menerjemahkan perintah dan kemauan kepala daerah menjadi kebijakan pembangunan.

Seorang birokrat senior Kota Payakumbuh yakni Mediar Indra. Selama ini, Petani yang menjabat Kadisdukcapil Kota Payakumbuh ini memang terkesan diam-diam. Alumnus Fakultas Pertanian dengan seabrek pengalaman dan pemahaman tinggi sempat menjadi bakal calon Bupati Tanah Datar pada Pilkada 2015 lalu.

Di Kota Payakumbuh, sosok Mediar Indra bukan orang asing lagi. Pejabat kelahiran 1959 ini tumbuh dan dibesarkan di Kota Payakumbuh. TK hingga SMA saya di Payakumbuh. Berdinas sebagai pegawai, saya sudah belasan tahun di Payakumbuh ini. Jadi saya paham betul bagaimana kondisi Payakumbuh dan Limapuluh Kota ini,” ucap mantan Ketua Komite SMPN 1 Payakumbuh ini, menyebut Limapuluh Kota sebagai bagian keseharian perhatiannya yang tak terlepaskan.

Penerima penghargaan nasional Kepedulian Terhadap Masyarakat di era Presiden SBY ini, dari segi birokrasi, Mediar Indra sangat berpengalaman. Berbagai jabatan strategis eselon III dan eselon II di pemerintahan pernah ditempati senior Himpunan Mahasiswa Islam dan Resimen Mahasiswa ini.

Pernah Kepala Kepala Bagian Perekonomian, Kepala Bagian Umum, Kepala Badan  Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu, Staf Ahli Walikota Payakumbuh Bidang Ekonomi, Kepala Dinas Pertanian dan saat ini Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Selain disibuk pada birokrasi, mantan wartawan nasional media cetak Ratra itu ternyata pernah aktif berorganisasi dengan jabatan strategis.  Sehingga hal itu menjadi pengalaman dirinya untuk jadi pemimpin. Seperti pada HMI, KNPI, PSSI, Pancamarga dan lain sebagainya.

Mediar Indra juga dikenal dekat dan memiliki hubungan emosional baik dengan petani. Ia pun bertani.

Ditanyakan langsung ke Mediar Indra. Ia mengaku jabatan itu kepercayaan pimpinan dan kepala daerah, tepatnya amanah.

”Kalau Pak Bupati Limapuluh Kota yang almamater saya, mengamanahkan jadi Sekda di daerahnya, saya tidak menolak. Saya siap. Sebab, itu, bukti bahwa saya siap untuk semua amanah dan tanggung jawab,” kata Mediar Indra.

Ia membuktikan kemampuannya, saat berkali-kali pindah posisi dan promosi. Tidak harus lama beradaptasi, semua regulasi pusat dan daerahb terkait jabatannya ia kuasai. Tiga hari saja, ia sudah jadi narasumber di dialog publik menyoal Disdukcapil.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas