Menakar Peluang Petahana di Dapil Tanjung Harapan, Kota Solok

Menakar Peluang Petahana di Dapil Tanjung Harapan Kota Solok

* Berburu Suara di “Tanah” Para Pembesar

SOLOK – Kecamatan Tanjung Harapan yang merupakan wilayah Daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Solok, menawarkan pesona unik di Pileg 2019. Wilayah yang terdiri dari 6 kelurahan tersebut, harus diakui merupakan “home base” para pembesar dan objek vital di Kota Solok. Kantor DPRD Kota Solok, Rumah Dinas Walikota Solok, Rumah Dinas Wakil Walikota Solok, Kantor Polres Solok Kota, Kantor KPU Kota Solok, bahkan Pasaraya Solok yang merupakan urat nadi perekonomian Kota Solok dan daerah sekitarnya, berada di kecamatan ini. Artinya, para caleg, kader, simpatisan dan masyarakat Kecamatan Tanjung Harapan, tentu memiliki antusiasme tinggi menyambut Pileg 2019. Meminjam istilah di olahraga, khususnya di sepakbola, di partai tandang boleh kalah, tapi di partai kandang, ada harga diri yang harus dijaga.

Dapil Tanjung Harapan dengan 6 Kelurahan, terdiri dari 91 TPS, dengan pemilih laki-laki sebanyak 9.314 dan pemilih perempuan sebanyak 9.870. Sehingga total pemilih 19.184. Dapil 2 ini menyediakan 9 kursi untuk DPRD Kota Solok. Sebagai daerah yang memiliki struktur masyarakat lebih homogen dibandingkan Kecamatan Lubuk Sikarah, masyarakat di Kecamatan Tanjung Harapan memiliki tingkat kekerabatan yang tinggi. Hal ini berbanding lurus dengan Bacaleg yang maju di Pileg 2019. Sehingga, tidak satupun Bacaleg yang “berani” mengklaim memiliki daerah basis. Termasuk para petahana (incumbent) atau mereka yang saat ini menjadi Anggota DPRD Kota Solok.

Menjadi petahana (incumbent), harus diakui, ada sejumlah keunggulan yang dimiliki dibandingkan calon baru. Beberapa di antaranya adalah mereka sudah berbuat dan memiliki “lakek tangan” kepada masyarakat. Mereka telah berbuat selama empat tahun belakangan. Berbagai “bantuan” kepada masyarakat terkait dengan “power” mereka sebagai Anggota DPRD Kota Solok, sudah dirasakan masyarakat. Kemudian, pengalaman mereka “lolos dari lubang jarum” di Pileg 2014, tentu akan sangat berharga. Lalu, sosialisasi nama mereka tentu saja lebih mudah dibandingkan dengan calon baru.

Namun, di sisi lain, sebagai “orang lama”, kelebihan tersebut juga diikuti dengan kelemahan. Ibarat ungkapan “Seseorang tidak akan mampu memuaskan semua orang”, tentu ada tanggapan sinis, rasa tidak senang, hujatan, bahkan kebencian terhadap para incumbent. Tentu saja, selama empat tahun belakangan, para incumbent tidak akan mampu memenuhi keinginan seluruh masyarakat, bahkan konstituennya sekalipun.

Penjelasan panjang lebar para legislator tentang keterbatasan posisi dan kewenangan mereka sebagai pengawas, legislator dan budgeting (anggaran), tidak akan mampu dipahami seluruh masyarakat dengan kepercayaan penuh. Masyarakat hanya tahu, bahwa anggota DPRD adalah pejabat tempat mengadu segala keinginan. Bahkan, dari sepuluh keinginan, satu atau dua saja tidak terpenuhi, maka sakit hati, hujatan, dengan cepat berujung pada kebencian dan antipati. Buntutnya, “satu suara yang sangat berharga” dari masyarakat akan melayang ke calon lain.

Lalu, bagaimana peluang para petahana di Dapil Tanjung Harapan Kota Solok pada Pileg 2019 nanti? Mari kita bahas satu persatu.

Partai Demokrat

Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjadi pemenang di Pileg 2014 Dapil Tanjung Harapan. Sebanyak dua wakil berhasil diantarkan ke DPRD Kota Solok. Yakni Bayu Kharisma dan Afdhal Yandi. Bahkan, Bayu Kharisma menjadi pengoleksi suara tertinggi dari 20 Anggota DPRD Kota Solok, dengan 1.326 suara. Peluang Bayu di Pileg 2019 tentu tetap besar. Tapi jangan lupakan Afdhal Yandi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Solok. Ketokohannya sebagai Ketua Pemuda Simpang Surya, yang merupakan organisasi pemuda sangat berpengaruh dan disegani di Kota Solok, membuktikan tingginya kapasitas Afdhal.

Partai Golkar

Nama Nasril In Dt Malintang Sutan telah sangat familiar. Tidak hanya di Dapil Tanjung Harapan, tapi di seluruh wilayah Kota Solok. Hampir semua masyarakat mengenalnya sebagai pribadi yang sederhana, merakyat dan santun. Tokoh masyarakat Kelurahan Tanjung Paku ini, telah menjadi figur kesayangan yang lekat di hati masyarakat. Namun, dari internal terdapat sejumlah nama tokoh yang siap “menggoyang”. Seperti Ketua Harian KONI Kota Solol Novizar, Armon Amir, hingga mantan Ketua PKPI Kota Solok Alferidon Kuntau.

Partai Amanat Nasional (PAN)

Persaingan di Partai PAN untuk Dapil Tanjung Harapan, langsung terbuka luas, saat incumbent Irman Yefri Adang memutuskan tidak maju lagi di Pileg 2019. Sekretaris DPD PAN Kota Solok Efriyon Coneng, tentu tidak bisa langsung mengklaim akan meraih suara tertinggi. Sebab, di daftar ada nama-nama familiar yang sudah sangat dikenal masyarakat. Salah satunya Oktriyoni, jurnalis yang juga aktif di organisasi Pemuda Pancasila. Ditambah nama-nama lain yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Partai Gerindra

Partai berlambang kepala garuda ini mengantarkan Yosri Martin menjadi Anggota DPRD Kota Solok periode 2014-2019. Sebagai partai yang melejit seiring popularitas Prabowo Subianto, peluang Partai Gerindra di Pileg 2019 diyakini tetap terjaga. Namun, bagi petahana, Yosri Martin, tantangan datang dari internal. Terutama pada sosok Bacaleg perempuan, Rika Hanom, yang pernah menjadi Anggota DPRD Kota Solok sebelumnya. Di daftar teratas, juga ada politisi senior Kota Solok yang pernah menjadi Ketua DPRD, Noviardi Syam, yang akrab dengan sapaan Edi Kopi.

Partai NasDem

Amrinof Dias Dt Ula Gadang membuktikan kapasitasnya sebagai figur niniak mamak yang disegani di Kota Solok. Setelah pensiun sebagai pejabat di Pemko Solok, ranah pengabdian Amrinof beralih ke legislatif. Paduan latar belakang eksekutif dan legislatif selama 4 tahun belakangan, membuat figur Amrinof sangat disegani. Tantangan Amrinof mempertahankan peluangnya tidak main-main. Ada nama Sekretaris DPD NasDem Kota Solok Yenrizal dan mantan Walikota Solok nan eksentrik, Yumler Lahar.

Partai PKPI

Tradisi Partai PKPI yang selalu menempatkan wakilnya di DPRD Kota Solok tetap terjaga pada Pileg 2014. Mengedepankan sosok anak muda ulet, Zulkarnain Raju, PKPI berhasil menjaga marwah partai dengan meloloskan satu wakilnya ke DPRD Kota Solok. Tantangan besar bagi Zulkarnain tentu saja datang dari internal partai. Nama yang paling mencuat tentu saja pada sosok Novarizal. Ketua Komisi Penegak Etika Pemerintahan Daerah (KPEPD) Kota Solok tersebut, rela jabatannya di lembaga prestisius itu untuk maju menjadi Bacaleg dari PKPI.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Setelah dua periode di DPRD Kota Solok, Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis memilih pindah ke Dapil Lubuk Sikarah. Pindah Dapil-nya Herdiyulis, membuat persaingan di Dapil Tanjung Harapan terbuka lebar. Sejumlah nama langsung menyeruak. Yakni nama AKBP (Purn) Sumedi dan mantan komisioner KPU Kota Solok Maqomam Mahmuda. Namun, siapa yang akan menjadi wakil PPP dari Dapil Tanjung Harapan, tidak mutlak dari dua nama tersebut. Sebab, di daftar Bacaleg, juga ada nama-nama “beken” seperti Petrianis, Happy Nursya, Zamri, hingga Aditya Pratama.

Partai Bulan Bintang (PBB)

Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Solok Hendra Saputra menjalani periode kedua di DPRD Kota Solok. Kesetiaannya ke Partai PBB patut diacungi jempol. Jelang Pileg 2014 lalu, PBB sempat dinyatakan tidak lolos Pemilu. Saat itu, Hendra menyatakan dirinya tidak akan maju mencaleg, jika PBB tidak lolos. Kesetiaan itu berbuah manis. PBB akhirnya lolos dan Hendra tetap dipercaya konstituen di Dapil Tanjung Harapan. Beberapa waktu lalu, PBB kembali diterpa masalah yang sama, karena dinyatakan tidak lolos Pemilu 2019. Namun Hendra kembali membuktikan kesetiaannya dengan tidak loncat pagar ke partai lain. Nilai positif ini, tentu menjadi nilai lebih petahana penyuka olahraga ini. Bahkan, meski menjabat Ketua DPC PBB Kota Solok, Hendra justru memilih menempati nomor urut 9 atau terakhir di daftar Bacaleg. Dengan maksud untuk membangkitkan semangat Bacaleg lain. (rijal islamy)

Mari ikuti polling berikut ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas