Mendapat Kunjungan TSR Pemkab Limapuluh Kota, Masyarakat Minta Aspal dan Normalisasi Akses Jalan

Kunjungan Safari Ramadhan Pemkab Limapuluh Kota di Masjid Silaturrahmi di Sawah Padang, lusa (26/6).

Kunjungan Safari Ramadhan Pemkab Limapuluh Kota di Masjid Silaturrahmi di Sawah Padang, lusa (26/6).

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Masyarakat Jorong Sawah Padang Nagari Sariak Laweh Kecamatan Akabiluru meminta pengaspalan jalan dan normalisasi Batang Lampasi, serta mempertanyakan keberadaan lokal jauh SMKN 1 Guguak di jorong setempat.

Permintaan kepastian tersebut diungkap salah seorang warga Zuliani di hadapan Sekretaris Daerah Kabupaten Limapuluh Kota Yendri Tomas SE MM dan Kepala BPM Syahrial Amri, S.Sos M.Si dalam kunjungan Safari Ramadhan di Masjid Silaturrahmi di Sawah Padang, lusa (26/6).

“Kami berharap pengaspalan jalan kabupaten yang melintasi Sawah Padang ini bisa dituntaskan. Sebab, saat ini ruas jalan itu sudah beraspal mulus dari arah Akabiluru dan juga dari arah Kecamatan Guguak, namun sekitar 300 meter di Sawah Padang tidak diaspal,” ungkap Zuliani.

Pengaspalan yang terputus-putus itu diakui warga sangat mengganggu kelancaran dan kenyamanan mereka berlalu-lalang. Sebab, jalan yang tidak mendapatkan pengaspalan baru tersebut sudah rusak dan berlubang-lubang.

“Kenapa ya, aspalnya dibuat terputus sekitar 300 meter di jorong ini. Kami berharap pengaspalan jalan yang melintasi pemukiman kami di Sawah Padang ini dilanjutkan hingga tuntas, Pak,” pinta Zuliani lagi.

Begitu pula dengan Batang Lampasi, warga meminta segera mendapatkan normalisasi. Sebab, diungkapkan juga, aliran sungai itu selalu runtuh dan bertambah lebar setiap kali musim penghujan. Tak hanya merusak puluhan petak sawah penduduk, pengikisan tebing sungai juga mulai mengancam jembatan.

“Bila dibiarkan tanpa pengamanan tebing sungai, kami khawatir aliran Batang Lampasi akan terus menggerogoti areal pertanian penduduk yang mayoritas berprofesi petani, bahkan juga akan mengancam jembatan yang menjadi perlintasan Kecamatan Akabiluru dengan Kecamatan Guguak,” paparnya.

Menanggapi aspirasi itu, Yendri mengakui sudah melihat langsung aspal jalan yang terputus tersebut dan berjanji akan meneruskan masalah ini kepada Dinas PU. Begitu juga normalisasi Batang Lampasi, diterangkannya, akan menjadi catatan penting Pemkab Limapuluh Kota karena sungai itu merupakan salah satu sumber air bagi areal pertanian masyarakat.

“Kita belum tahu apakah pengaspalan dilanjutkan tahun ini atau tidak, sebab Dinas PU selaku SKPD terkait tidak ikut di dalam tim. Kita berharap ini masuk di dalam RPJM yang tengah kita siapkan,” ujar Yendri.

Sementara menanggapi pertanyaan warga tentang perkembangan SMK lokal jauh, Kepala SMKN 1 Guguak Antoni menjelaskan di sekolah itu telah dibuka tiga jurusan yang masing-masingnya alat berat, otomotif, serta arsitektur. Ia optimis tamatan sekolah ini siap pakai karena prakteknya cukup banyak.

“Kami optimis tamatan SMK lokal jauh ini menjadi tenaga siap pakai karena sistim kami belajar teori di lokal selama tiga bulan dan prakteknya juga tiga bulan di Astra atau Auto 2000. Perlu diketahui juga, SMKN 1 Guguak tidak kalah dari SMK lain, bahkan kita juara umum 2 di Sumatera Barat,” yakin Antoni.

Ia menargetkan, dalam empat tahun ke depan, SMK lokal jauh ini akan bisa berdiri sendiri menjadi SMKN Akabiluru. Sebab, lokasi SMK tersebut memiliki potensi yang cukup memadai buat pengembangan sekolah itu.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Safari Ramadhan diwakili Syahrial Amri juga menyerahkan bantuan lima helai tikar kepada pengurus Masjid Silaturrahmi.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas