Mendes PDTT, Setiap Desa Harus Memiliki Program Unggulan

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo pada saat peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Embung Nagari (Desa – red) Toboh Gadang dan Nagari Toboh Gadang Timur, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang (Sintoga). Sabtu 13-05-2017.

Padang Pariaman, PADANG-TODAY.com-Tahun ini Kemendes PDTT mengusung program prioritas berupa program pengembangan Produk Unggulan Desa (Prudes) dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).  Pengembangan produk-produk tersebut dikembangkan dengan berbasis teknologi dan inovasi.

“Prudes dan Prukades suatu program unggulan dari Kemendes PDTT yang dikembangkan dengan brbasis teknologi,” kata Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo pada saat  peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Embung Nagari (Desa – red) Toboh Gadang dan Nagari Toboh Gadang Timur, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang (Sintoga). Sabtu 13-05-2017.

Ia mengatakan beberapa daerah yang sudah bisa fokus untuk mengembangkan produk unggulannya antara lain di Gorontalo dengan produksi jagungnya atau Dompu yang bisa lepas dari status daerah tertinggal.  “Desa yang belum fokus akan kita kasih insentif, kita kasih bibit, pupuk dan sarana pertanian gratis,” katanya lagi.

Selain menetapkan produk unggulan, jelas Eko, desa juga didorong untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).  Menurutnya, dana desa melalui BUMDes dapat menjadi stimulus pembangunan di daerah. “BUMDes itu dibikin supaya dana desa suatu saat bukan menjadi sumber utama pembangunan desa. Sumber utamanya yakni desa mempunyai sarana ekonomi sendiri yang bisa membuat desa itu mandiri secara finansial dan membuka lapangan kerja,”  ungkapnya.

Pihaknya, ulas Eko, optimis desa yang mandiri akan dapat terwujud dengan adanya empat agenda prioritas Kemendes PDTT. “Ada empat agenda proritas kementerian. Kalau empat agenda ini kita laksanakan, maka kita yakin harapan terwujudnya desa mandiri bukan sekadar ilusi tetapi akan menjadi sebuah kenyataan,” katanya.

Ia melanjutkan, keempat agenda tersebut antara lain mengarahkan dana desa untuk membangun keunggulan dari masing-masing desa di indonesia yang berjumlah sebanyak 74.954 desa. “Kita harus mendorong agar desa-desa dapat memiliki keunggulan yang berbeda dengan desa-desa lainnya. Dengan memiliki keunggulan tersebut maka dipastkan akan memiliki nilai tawar yang lebih tinggi,” jelas dia.

Dengan program one vilage one product atau satu desa satu produk ini merupakan program unggulan desa atau program unggulan kawasan pedesaan, inilah prioritas pertama yang harus kita kawal, katanya.

Agenda kedua, papar Eko, dengan mendorong pembentukan dan pengembangan BUMdes yang sudah seharusnya menjadi pilar penting bagi perekonomian masyarakat di tingkat desa.

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo pada saat peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Embung Nagari (Desa – red) Toboh Gadang dan Nagari Toboh Gadang Timur, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang (Sintoga). Padangpariaman Sabtu 13-05-2017.

Lebih lanjut, Eko menyebutkan, untuk agenda yang ketiga adalah dengan mendorong terbangunnya embung-embung desa atau sebuah waduk berukuran kecil pada lokasi pertanian yang bertujuan untuk menampung kelebihan air hujan di musim penghujan dan pemanfaatannya pada musim kemarau untuk berbagai keperluan, baik di bidang pertanian maupun kepentingan lain bagi masyarakat.

“Dari data statistik, 80 persen desa di Indonesia adalah pertanian. Permasalahan yang ada pada pertanian itu adalah permasalahan ketersediaan air yang kadang kala tidak terpenuhi. Karena itu, kita mendorong penggunaan dana desa itu dapat dibuat satu embung yang bisa dimanfaatkan dengan baik. terutama pada musim kemarau,” katanya.

Sedangkan agenda yang keempat, Kemendes PDTT mendorong setiap desa memiliki sarana olahraga agar para pemuda-pemuda yang ada di pedesaan dapat berekpresi dan beraktualisasi.

“Para pemuda yang ada di desa kerap keluar dari desanya karena tidak ada tempat untuk berekspresi dan beraktualsasi. Kalau tidak ada tindakan, maka diprediksi pada tahun 2045 jumlah penduduk didesa hanya 35 persen. inilah kondisi yang memprihatinkan. Karena itulah, kita ciptakan sarana olahraga atau surga di desa-desa,” kata Eko.

Selain itu, Ia menambahkan, tahun 2017 ini nilai alokasi Dana Desa (DD) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat menjadi Rp60 trilyun. Peningkatan juga akan dilakukan di tahun 2018, yakni menjadi Rp120 trilyun sehingga tiap desa akan mendapat sekitar Rp1,5 milyar.

Pada kesempatan tersebut Menteri Eko Putro Sandjojo membantu Padangpariaman sebesar Rp1,5 miliar, untuk pembangunan embung yang berlokasi di Dusun Sungai Abu, korong Tabek Gadang yang saat ini kondisinya terbengkalai dan tidak terawat, dan Eko langsung melakukan peletakan batu pertama pada pembangunan embung tesebut. “Embung atau cekungan penampung (retention basin) adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan ataub aliran anak sungai serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait (sungai, danau) – redaksi. (sgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*