Mengaku Pembiayaan Dari APBN Tidak Cukup, Kepsek Bebankan Biaya Transportasi Panitia UN Ke Siswa

Fhoto : SMPN 2 Lintau Buo Utara, yang didera isu dugaan pungli oleh sekolah dan komite. (ddy)

 

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Lintau Buo Utara Adlis, akui pembiayaan UN dari APBN tidak mencukupi sehingga biaya transportasi UN dibebankan kepada siswa kelas IX di sekolah tersebut.

Tidak hanya itu, ia mengaku jika pembiayaan untuk panitia dan pengawas juga dibebankan kepada siswanya.

“Kami akui, jika dana untuk pelaksanaan UN tidak mencukupi, sehingga dengan mengambil keputusan dari rapat sekolah biaya itu dibebankan kepada 161 siswa kelas IX,” ucap Adlis kepada www.padang-today.com, Selasa (23/01/18) di Ruang Kerjanya.

Perihal adanya isu dugaan pungutan liar (Pungli) di SMPN 2 yang terletak di Cubadak Randah Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara tersebut, Adlis mengakui adanya kutipan hingga Rp 76 juta lebih yang dibebankan kepada 161 lebih siswa kelas IX.

“Kami rasa kami sudah menjalankan sesuai dengan aturan yang berlaku, semuanya sudah melalui mekanisme. Silahkan mau bilang apa yang jelas prosesnya sudah kami jalani,” kata Adlis.

Sementara itu, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar, In Abbas DT. Rajo Tan Basa kepada media ini melalui telpon selularnya membantah adanya pembiayaan untuk panitia dan pengawas UN yang dipungut dari siswa.

“Pelaksanaan UN dibiayai oleh APBN, dan itu tidak dibenarkan dibebankan kepada siswa. Kecuali pelaksanaan pra UN dan UAS itu bisa saja dibebankan tapi harus melalui mekanisme yang ada,” ucap In Abbas.

Merebaknya isu dugaan pungutan liar di SMPN 2 Lintau berawal dari keberatan beberapa orang tua siswa yang menilai keputusan sekolah dan komite tanpa adanya keterbukaan dalam mengambil keputusan.

Hingga saat ini, dugaan pungli tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian yang masih mendalami kasus ini.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas