Menjaga Peradaban dari Kepunahan

Direktur Pelestarian Cagar Budaya Dan Permuseuman Kementerian Pendidkan Dan Kebudayaan RI Harri Widiyanto di Padangpariaman, 16-04-2018 pada saat membuka acara Sinergitas Publikasi Pelestarian Cagar Budaya

Padang-today.com__Kebudayaan salah satu yang saat ini masih belum terlalu diperhatikan, masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya kebudayaan. Banyak nilai yang harus diadapat dari kebudayaan, baik nilai nilai budaya itu sendiri dan benda cagar budaya.

“ Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar memiliki tugas melaksanakan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya dan yang diduga cagar budaya sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,” kata Direktur Pelestarian Cagar Budaya Dan Permuseuman Kementerian Pendidkan Dan Kebudayaan RI Harri Widiyanto di Padangpariaman, 16-04-2018 pada saat membuka acara Sinergitas Publikasi Pelestarian Cagar Budaya.

Katanya, Cagar Budaya merupakan bagian terpenting yang tidak terpisahkan dalam proses pelestarian. “Semuanya itu harus kita yang melestarikan, masyarakat dan pemerintah bekerjasama dengan organisai pemerhati cagar budaya, semuanya itu harus kita jaga agar bisa diwarisi kepada anak cucu kita nantinya,” jelasnya.

Karena yang kita terima saat ini, kata dia, adalah warisan dari para pendahulu kita. Kebudayaan bisa juga menjadi identitas dan kebanggaan suatu daerah, maka haruslah kita jaga dan lestarikan.

Jika sudah terjaga dan lestari, lanjutnya, maka bisa dipromosikan untuk bisa menjadi penarik wisatawan datang yang berimbas pemasukan pendapatan daerah tersebut. Banyak manfaat jika suatu cagar budaya sudah bisa menarik wisatawan, akan berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar Cagar Budaya berada.

“ Janganlah suatu bangunan sejarah atau berbentuk cagar budaya dimusnahkan untuk kepentingan komersil lainya. Sehingga nilai nilai sejarah hilang dengan bangun baru yang mendatangkan hasil. Padahal, bangunan bersejarah itu yang paling dikunjungi oleh wisatawan asing,” klata dia.

Ia menambahkan, tantangan kedepan yag harus sama-sama di cermati adalah kesiapan masyarakat, pemerintah dalam menghadapi arus globalisasi yang negatif yaitu pengaruh budaya luar.

“Anak muda bisa mengenal budaya leluhurnya dan bisa mengaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari. Budaya ketimuran harus terus kita jaga, sopan santun baik dalam bertutur kata maupun berprilaku. “Diharapkan anak muda akan bangga dengan budaya nasionalnya,” tandasnya menghakiri. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*