Menteri PAN RB: Jangan Ada Lagi ASN yang Hanya Takut Absen

Menteri PAN RB: Jangan Ada Lagi ASN yang Hanya Takut Absen

Menteri PAN RB: Jangan Ada Lagi ASN yang Hanya Takut Absen

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Menteri PANRB Asman Abnur menegaskan, kedepan Indonesia tidak lagi membutuhkan pegawai ASN yang datang hanya karena takut dengan absen, tanpa kinerja yang jelas. Sebab akuntabilitas knerja sangat penting. “Alhamdullilah Payakumbuh mendapat B. Artinya sdh mulai melakaksanakan akuntabilitas ygan terukur” ujar Menteri saat temu ramah (audiensi) dengan Walikota dan ASN Pemkot Payakumbuh, Sabtu (29/4).

Menteri membandingkan dengan perusahaan swasta. Rahmat Gobel, karyawannya 40 ribu orang. Tak satupun yg keliaran saat jam kerja. Adakah PNS yg keluaran saat jam kerja. “Kalau cara kerja ASN seperti swasta, saya yakin Indonesia akan maju,” ujarnya.

Dengan nilai B, dan ditargetkan raih nilai A, maka semua program efisien dan efektif. Mengutip Presiden, Menteri mengatakan ada proyek pembangunan waduk, tapi irigasinya tidak ada. “Berarti program tidak nyambung, akuntabilitas kinerjanya rendah,” imbuh Asman.

Menteri menyarankan agar Payakumbuh membuat program prioritas, dan tidak perlu banyak-banyak. Misalnya fokus ke pertanian, maka dinas lain juga ikut mendukung. Hilangkan ego sektoral. “Di Banyuwangi, yang mendapat nilai A, tidak ada istilah anggaran SKPD,” tegas Menteri. seraya menambahkan agar ASN menilik jiwa hospitality dan entrepreneurship.

Menteri mengapresiasi Kota Payakumbuh yang sudah meraih nilai B, dan ada inovasi yang masuk Top 99 inovasi pelayanan publik 2017.

Dalam kesempatan itu, Walikota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan ada PTSP yang memberikan pelayanan cepat, di bawah tiga jamz dan pernah mendapat penghargaan tingkat nasional kategori kota kecil. “Besok Selasa kami juga akan ke Kementerian PANRB untuk presentasi invasi dari salah satu Puskesmas yang masuk Top 99,” ujar Riza.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*