Menurut Wako, Ini Yang Jadi Penghambat Revitalisasi Pasar Pariaman

Padang-today.com__Pasar sandang pangan yang terletak di pinggir pantai Pariaman tampak sembraut. Para pedagang berjualan di lorong-lorong sempit dan seperti tidak ada pengaturannya. Bahkan, lapak-lapak kaki lima juga memenuhi badan jalan.

Akibatnya, sering terjadi kemacetan parah, terutama di jalan depan stasiun kereta apai. Ada apakah sebenarnya yang membuat hal itu terjadi..? Ternyata sedang terjadi renovasi di pasar itu.

Pemerintah Kota Pariaman sedang mewujudkan pembangunan pasar dalam satu kalender tahun 2019 dengan menelan biaya Rp 100 miliar. Biaya tersebut bersumber dari anggaran Pusat (APBN) 2019. Namun, proses pembangunan itu mendapat tantangan dari masyarakat.

Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan, terkait dengan hal itu, pihak pemerintah daerah berupaya untuk mewujudakan. Namun,  adanya laporan dari sejumlah oknum masyarakat kepada pemerintah pusat ikut memperlambat revitalisasi Pasar Pariaman, karena pemerintah setempat harus mengklarifikasi semua laporan itu.

Katanya, pemerintah pusat mempunyai kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah agar program pembangunan yang dianggarakan oleh pemerintah pusat dapat terelesasi.

“ Pemerintah pusat selalu meminta kami untuk menjelaskan setiap laporan dari oknum masyarakat terkait Pasar Pariaman,” ujar Genius Umar usai acara memperingati Hari Jadi Kota Pariaman yang ke-17 Selasa, (02/07) di Gedung DPRD setempat,

Genius menyinggung soal adanya laporan dari oknum masyrakat terkait revitilasi Pasar Pariaman. atas dasar itulah pihak pemerintah sedikit molor dengan waktu yang akan dikerjakan dalam pembangunan pasar itu.

Menurutnya, setiap laporan tersebut memperlambat proses pembangunan yang dilaksanakan oleh kementerian terkait. Hingga saat ini pembangunan yang seharusnya dikerjakan April 2019 ini baru akan dilaksanakan tender pengerjaan.

“ Kendatipun demikian ada sejumlah laporan namun proses pembangunannya tetap terus berjalan,” kata dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataa Ruang dan Pertanahan Kota Pariaman, Asrizal mengatakan, semenjak ditetapkan presiden untuk revitalisasi Pasar Pariaman, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta rancangan dan memperbaikinya.

Rancangan tersebut, kata dia, mulai dari konsep bangunan berkonsep greenbuilding atau ramah lingkungan, lalu menyesuaikan dengan keamanan, kesehatan dan keselamatannya (K3) serta terakhir memperbaiki renca anggaran biaya.

Ia menyadari bahwa setiap pembangunan akan mendapatkan tantangan dari sejumlah pihak namun dia berharap masyarakat membantu pihaknya untuk mempercepat pembangunan Pasar Pariaman.

Terkait Revitalisasi Pasar Pariaman, Asrizal, dengan dilakukan pembongkaran bangunan pasar yang cepat dilakukan karena pihak pemerintah pusat meminta sebelum dilaksanakan pembangunan, bangunan pasar harus rata dengan tanah.
Dijelaskan, sebelumnya pembangunan Pasar Pariaman di Kota Pariaman telah memasuki masa lelang untuk manajemen kontruksi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR senilai Rp 3,3 miliar.

“ Teknis pelelalang ini di lakukan oleh pihak pemerintah provinsi Sumbar. Hingga saat ini pembangunanya tinggal menunggu proses di kementerian,” ungkap Kadis Asrizal.

Ia menambahkan, pembangunan tersebut dikerjakan tahun jamak karena sempitnya waktu pelaksanaan dalam tahun ini. “ Apalagi dana yang digunakan besar yaitu lebih dari Rp 100 miliar sehingga memakan waktu yang lama. (Herry Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas