Menyesal, Mantan Briptu Norman Kini Jualan Bubur

normankamaruManado, PADANGTODAY.com – Jika menengok pada 2011 lalu, siapa yang tak kenal Briptu Norman Kamaru. Wajahnya hampir setiap hari menghiasi layar kaca lantaran lagu serta joget Chaiyya-chaiyya yang dia tampilkan disukai banyak orang. Seiring dengan berjalannya waktu, namanya kian meredup hingga saat ini kembali mencul pemberitaan tentang dirinya yang alih profesi jadi penjual bubur.

Advertisements

Lama tak terdengar kabar, Norman Kamaru kini mendadak jadi buah bibir. Bukan lantaran albumnya meledak atau prestasi keartisannya memuncak, mantan polisi berpangkat Briptu tersebut kini ramai diperbincangkan lantaran ‘alih profesi’ sebagai penjual bubur.

Norman yang dulu terkenal lantaran video lyp sinc bernyanyi lagu-lagu India ‘Caiya-caiya’ dalam video Youtube tersebut kini menjadi penjaja bubur Manado di kawasan apartemen Kalibata City. Saat ditemui merdeka.com di lokasi tempatnya berjualan, Norman menceritakan awal mula alasannya memulai usaha tersebut. Dia mengaku usaha itu tidak disengaja, melainkan untuk mengembangkan dari hobi yang ditekuni bersama istrinya, yakni memasak.

“Saya bilang ke istri saya coba buka usaha jual-jual baju lagi katanya gak usah kan sudah ada di sana (Manado). Gimana kalau kita buka usaha yang hobi kita, usaha masak ya akhirnya kita buka di sini,” kata Norman kepada merdeka.com di kios apartemen kalibata, Jakarta, Selasa (9/9) kemarin.

Norman merasa apa yang ia jalani saat ini adalah bagian dari hidupnya. Bagian nyata dari realita hidup pun sudah dirasakan dengan terjun langsung mengurus usaha tersebut.

Dimulai beranjak dari bangun tidur pukul 05.30 WIB untuk belanja, sampai pada pekerjaan memasak pun kini harus dia jalani untuk merasakan sulitnya mengembangkan usaha. Tapi itu tetap dia nikmati karena berdasarkan Hobi.

Memang diakuinya soal masak memasak tak semua dilakoninya. Sebab, dia sudah memiliki 2 pegawai untuk membantu kiosnya. Kedua pegawai ini pun tak serentak kerja bersama-sama, mereka menjalankan tugas dalam waktu yang berbeda yaitu pagi dan malam.

Lantas kenapa jualan bubur, apakah sudah tak laku di dunia entertainment? Norman berujar, bukan karena tidak adanya lagi job di dunia entertainment. Norman mengaku banyak ditawari untuk bermain oleh stasiun televisi. Namun tawaran itu dia kesampingkan karena ada aturan yang tak sejalan dengan pemikirannya.

Angan-angan sempat terlintas di benak Norman untuk kembali bergabung pada satuan Brimob Indonesia. Penyesalan kadang terngiang pada diri Norman. Namun apa mau diperbuat rasa ingin pun tak bisa dipaksakan karena keterbatasan. Pertanyaan kadang terlontar pada diri Norman, alasan konkret dari pihak Brimob atas pemecatannya belum terjawab.

“Iya menyesal, cuma masih mempertanyakan kenapa saya dipecat karena alasan dari pihak Brimob atas pemecatan saya masih kurang tepat,” ucapnya.

Meski demikian, Norman terus berharap nasib akan berpihak kepada dirinya. Pendapatan dari usahanya ini pun terbilang lumayan untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya.

Masakan Manado semisal, bubur Manado, ayam hoku, ayam rica dan makanan lain yang memiliki cita rasa khas Manado pun kini menjadi harapan yang besar untuk Norman menghidupi kehidupan sehari-harinya bersama kedua anak dan istrinya.

“Saya mengutamakan usaha ini ketimbang menjadi entertainment, karena entertainment tak selalu ada di atas,” pungkas Norman mengakhiri perbincangan.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*