Microsoft Katakan Seorang Developer Adalah Pendorong Kemajuan Negara

Joe Wilson, Worldwide GM Developer & Platform Engagement Microsoft.

Joe Wilson, Worldwide GM Developer & Platform Engagement Microsoft.

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Seringkali seorang developer terlihat hanya sebagai pembuat aplikasi semata. Padahal peran mereka sebenarnya lebih besar dari itu, sehingga Microsoft menganggap mereka bisa menjadi faktor pendorong kemajuan sebuah negara.

Bicara dalam ajang Developer Conference, Kamis (26/3/2015), Joe Wilson, Worldwide GM Developer & Platform Engagement Microsoft mengungkap bahwa pada 2013 saja total ada 100 miliar aplikasi yang diunduh di dunia. Lalu pada 2014, jumlah tersebut meningkat jadi 140 miliar.

Kemudian bila melirik pada pasar aplikasi Apple, terlihat bahwa 39 persennya dikuasai perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu. Dengan pangsa pasar tersebut, developer aplikasi Apple mampu memperoleh keuntungan lebih dari 5.000 dollar AS per bulan

Hal itu mengindikasikan betapa aplikasi memendam potensi yang sangat besar. Karena alasan itu pula, developer aplikasi dinilai jadi salah satu kunci pendorong potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Eleni Rachaniotou, Business Manager, Field Acceleration & Support Microsoft, saat ditemui usai Developer Conference mengatakan contoh kemajuan tersebut misalnya, munculnya potensi lapangan kerja seiring tumbuhnya developer-developer baru.

“Misalnya menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran. Tapi (kemajuan) itu tergantung pada ukurannya,” ujarnya.

Joe Wilson, Worldwide General Manager, Developer and Platform Engagement Microsoft juga memberikan catatan, bahwa negara yang punya sumber daya developer mumpuni tak mutlak menjadi negara maju. Dalam pengamatannya ada negara yang memiliki developer-developer mumpuni kemudian menjadi maju, tapi ada juga yang tidak.

“Ini bukan hanya tentang Microsoft, tapi tentang bagaimana negara tersebut juga perusahaan-perusahaan lain,” pungkasnya.

Microsoft sendiri mengadakan Imagine Cup dan Developer Conference sebagai cara memaksimalkan potensi serta bakat-bakat dalam pengembangan piranti lunak. Dalam konteks Indonesia, mereka berharap generasi muda bisa mengubahnya jadi negara maju berbasis teknologi.

“Kemungkinannya luas. Developer Indonesia punya kesempatan di kancah internasional. Kualitas dan potensinya ketika diuji di tingkat dunia tinggi,” ujar Wilson.

“Imagine Cup, seperti halnya BizSpark, kami adakan sebagai upaya mendorong industri, juga untuk memberi tantangan pada semua orang,” pungkasnya.

Imagine Cup adalah lomba yang dibuat untuk para pelajar dari seluruh dunia yang diselenggarakan oleh Microsoft sejak 2003 silam. Ada tiga kategori utama yang dilombakan dalam Imagine Cup kali ini, yaitu Games, Innovation, dan World Citizenship.

Babak final Imagine Cup Indonesia 2015 diselenggarakan bersamaan dengan Microsoft Developer Conference 2015. Pemenangnya akan terpilih untuk maju ke semi final Imagine Cup tingkat dunia yang diselenggarakan di Seattle, Amerika Serikat.

(wh/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*