Mila Febrianti, Sosok Inspiratif

Mila Febrianti, Sosok Inspiratif

Mila Febrianti, Sosok Inspiratif

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Mila Febrianti, S.Pd lahir di Koto Baru Simalanggang, 7 Februari 1981, merupakan sosok yang pantas dijadikan inspirasi. Betapa tidak, perjuangannya selama 12 tahun mengabdi di MTsN Mahat sebagai guru Bahasa Inggris untuk mencerdaskan putra-putri bangsa merupakan sebuah perjuangan yang patut diancungi jempol.

Dilahirkan di Koto Baru Simalanggang 35 tahun silam, ibu dari Kanzi Ghaly Purwanto dan Vigo Ghaly Purwanto ini memulai kariernya sebagai guru kontrak pada MTsN Mahat semenjak tahun 2004. Perjalanan sejauh lebih kurang 45 km dari rumah (Koto Baru Simalanggang) ke MTsN Mahat, dimulai semenjak jarum jam menunjukanan angka 06.00 WIB sampai di MTsN Mahat (Kampus Negeri Seribu Menhir) pada jam 07.20 WIB dilakoni setiap hari. Sungguh perjuangan yang tak bisa dianggap gampang.

Ditemui diruang kerjanya (28/9) Budi, S.Ag, Kepala madrasah kampus negeri seribu menhir ini menjelaskan, Mila Febrianti merupakan sosok yang pantas dijadikan inspiratif. 12 tahun mengabdi bukanlah waktu yang sebentar, namun Mila contoh ASN yang selalu disiplin, selalu masuk tepat waktu, jarang sekali tidak datang ke Madrasah, tidak pernah beliau ini alfa dalam kehadirannya.

Selain itu tugas dan kewajibannya pun tak pernah beliau abaikan, baik secara administrasi maupun secara praktik dalam tugas. 10 budaya malu Kementerian Agama RI terpatri di dada beliau. Kemad MTsN Mahat ini berharap, semoga tenaga pendidik yang lain pun mampu menteladani dan mencontoh Mila Febrianti, S.Pd ini.

Mila, demikian panggilan akrab beliau, sudah menempuh perjalanan menuju MTsN Mahat semenjak jalan hanya berlandaskan tanah, beralih ke kerikil dan pasir, kini perjalanan sudah ditemani oleh aspal dan cor beton. Perjalanan yang tak mudah, sesampainya di tempat tugas disambut oleh segala kekurangan sarana dan prasarana dalam penunjang PBM tentulah menjadi tantangan yang besar bagi ibu muda ini dalam menjalankan fungsinya sebagai abdi negara.

Menurut Istri Bambang Purwanto ini, suka-duka pekerjaan yang ia lakoni tak lain adalah wujud setia pengabdian kepada bangsa dan agama.

“Menjadi guru adalah pekerjaan yang mulia, selain mencerdaskan anak bangsa kita pun bisa memperjuangkan agama. Selain mendapatkan imbalan gaji kita pun insya Allah diganjari oleh Allah pahala jikalau dijalankannya dengan tulus dan ikhlas,” ujar guru yang ramah dan lembut ini.

Sebaris do’a dan harapan dari putri Simalanggang ini adalah semoga dirinya bisa dirolling dengan PNS yang lain dalam hal tempat tugas. Harapan ini bukalah tanpa alasan, ganti-ganti suasana dan lingkungan tentu sangat dibutuhkan untuk penyegaran.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*